Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.3 ° C

Peralatan Multimedia Tak Sesuai, Peresmian Museum Kota Bandung Kembali Tertunda

Tri Joko Her Riadi

BANDUNG, (PR).- Peresmian Museum Kota Bandung terus tertunda akibat beragam permasalahan dalam proses pengadaan barang. Sebagian besar alat peraga multimedia yang diperoleh dalam proses lelang tahun anggaran 2017 tidak terpakai karena kekeliruan kualifikasi.

Museum Kota Bandung awalnya direncanakan bisa diresmikan pada akhir tahun 2017. Banyaknya gagal lelang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung membuat banyak peralatan yang dibutuhkan museum berkonsep multimedia ini tidak tersedia. Alat peraga multimedia yang berhasil diperoleh pun tidak sesuai yang dibutuhkan.

Rencana peresmian kemudian digeser pada 20 Agustus 2018 lalu. Namun rencana ini pun gagal direalisasikan. Salah satu kendala utamanya adalah sumber pendanaan bagi penyediaan materi di ruang pamer museum.

“Kualifikasi sebagian besar alat peraga multimedia hasil lelang tahun lalu tidak sesuai dengan yang kami inginkan. Akhirnya ya (alat peraga) sudah telanjur ada, tidak bisa dipakai,” tutur Ketua Tim Pendiri, Penggagas, dan Persiapan Museum Kota Bandung Hermawan Rianto, Minggu 26 Agustus 2018 siang.

Dijelaskan Hermawan, Pemerintah Kota Bandung sudah sepakat memastikan pembukaan museum dilangsungkan pada Jumat 14 Agustus 2018 mendatang. Pembukaan untuk publik hanya dilakukan untuk gedung cagar budaya.

“Belum ada alat peraga multimedia seperti yang kita rencanakan. Museum untuk sementara masih akan menampilkan presentasi visual di dinding,” katanya.  

Gedung lama bakal menampilkan beberapa koleksi museum bertemakan sejarah Kota Bandung dan sejarah kebangsaan yang terjadi di Bandung. Bagian inilah yang bisa dinikmati warga sampai gedung baru

Hermawan berharap agar peresmian museum tahap pertama segera diikuti dengan kerja cepat pengadaan alat peraga multimedia, yang bakal menjadi ciri pembeda museum baru ini dari museum-museum lain. Diharapkan seluruh kerja pembangunan tuntas pada 2019 mendatang.

Sebelumnya Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny Kaniasari memastikan bahwa tahun anggaran 2018 ini Pemkot tidak lagi mengalokasikan anggaran untuk proyek museum. Sumber pendanaan untuk pembukaan tahap pertama dicari dari pihak swasta.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil juga memberikan pernyataan serupa. Pembangunan museum bakal dilanjutkan dengan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial korporasi (CSR).

“Pendanaan dicari dari sumbangan pihak ketiga, tidak pakai APBD. Targetnya, minimal setengah proyek bisa diisi dan dimaksimalkan,” tutur Ridwan.

Bantuan Pemprov Jabar



Jika dana untuk pembukaan Museum Kota Bandung tahap pertama dicari dari CSR, belum dipastikan sumber dana bagi penuntasan proyek ini secara keseluruhan. Termasuk apakah alokasi dana bakal masuk ke dalam postur APBD 2019.

Muncul wacana untuk memanfaatkan program bantuan dari Pemprov Jawa Barat pada tahun depan. Wali Kota Ridwan Kamil, sebagaimana diketahui, bakal menjabat Gubernur Jabar mulai pertengahan September 2018 nanti.

“Sumber pendanaan menjadi kewenangan Pemkot. Kami akan fokus bekerja lagi, terutama dalam proses kurasi. Kita semua berharap museum ini bisa segera dinikmati oleh warga kota,” kata Hermawan.***

Bagikan: