Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Terharu Atas Perjuangan Anthony Ginting, Keluarga Beri Dukungan Penuh

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Anthony Sinisuka Ginting berhasil mendapatkan hasil positif melaju ke babak 16 besar nomor tunggal putra cabang olahraga (cabor) bulutangkis kategori perseorangan di Asian Games 2018. Ini seusai ia memenangkan pertandingan menghadapi Mehran Shahbazi (Iran), Jumat, 24 Agustus 2018.

Sempat mengalami kram dalam laga final nomor beregu putra Asian Games 2018 saat melawan Shi Yuqi pada Rabu 22 Agustus 2018 lalu, Anthony cepat melakukan pemulihan.

Pertandingan final bulu tangkis beregu putera pada Asian Games 2018 antara Indonesia vs Taiwan itu menyisakan cerita haru dari keluarganya. Hal itu diungkapkan kedua orang tua Anthony, Edison Ginting dan Lucia Sriati saat ditemui di rumah pribadi Anthony di Jln. Ciawitali Kelurahan Cimahi Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

"Sedih terharu, sempet tetesin air mata juga lihat perjuangan Ony (panggilan Anthony). Kami dukung sepenuhnya perjuangan dia," tutur Edison Ginting.

Drama dimulai pada set ke-3. Kondisi tak enak mulai dirasakan Anthony pada pahanya. Ia terlihat mengeluhkan sakit pada bagian paha kanannya. Bahkan, sudah diberikan pereda nyeri tim medis dua kali.

Pria kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu tetap memaksakan diri untuk bertanding hingga Anthony benar-benar tak sanggup lagi melanjutkan pertandingan.

Perjuangan Anthony melawan cederanya dan sempat memilih lanjut pertandingan pun mendapat perhatian dan apresiasi dari publik dunia. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo pun sempat melihat kondisinya saat menjalani perawatan. Tak terkecuali dari keluarganya.

Ada cerita dari kedua orang tua Anthony ketika anaknya menjalani pertandingan dan harus menyerah pada keadaan cederanya.

Edison, yang menonton anaknya via televisi menuturkan, secara keseluruhan, Shi Yuqi adalah lawan berat bagi Anthony. Menurut dia, seharusnya pertandingan itu berjalan dua game saja untuk kemenangan anaknya. Namun, pada set kedua, Anthony kehilangan fokus.

Soal cedera atau keram paha, kata Edison, berdasarkan pengamatannya, sudah dirasakan anak keempat dari lima bersaudara itu sejak set kedua. Ia melihat Anthony mulai goyah, namun tak terlalu dirasakan.

"Saya lihat set kedua udah goyang kakinya, udah berat kakinya, dia paksakan," tutur Edison.

Lalu, memasuki set ketiga, pertandingan pun mulai terlihat melambat. Baik Anthony maupun Shi Yuqi sebenarnya sama-sama merasakan kelelahan. Tapi, kondisi berbeda harus dialami Anthony karena sakit yang mendera hingga harus dibawa ke ruang perawatan menggunakan tandu.

"Tidak menyangka kram separah itu. Bisa jadi kekurangan minum, kedua ototnya sudah benar-benar lelah. Apalagi, kalau melakukan smash, Anthony kerap melompat tinggi kemudian langsung bergerak lagi," ucap Edison.

Sebelumnya, Anthony memang memiliki riwayat cedera pada lutut kiri meski dipastikan sembuh setelah menjalani recovery selama enam bulan. Itu pun sempat menjadi kekhawatiran dari keluarga.

"Tadi bertanding sepertinya sudah pulih dari kram dan dia bisa menang lawan Mehran. Mudah-mudahan seterusnya fit. Rencananya kalau lawan Kenta Momota dari Jepang di babak 16 besar keluarga mau nonton langsung ke Jakarta," ucap Edison.***

Bagikan: