Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 24.2 ° C

Pemilik KIA di Bandung Barat Bisa Dapat Potongan Harga di Tempat Wisata

Hendro Susilo Husodo
MISS Universe 2011, Leila Lopes (kanan) mencoba menaiki delman setibanya di Cafe dan Resto Imah Seniman Jln. Kolonel Masturi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 Oktober. Miss Universe yang datang bersama Putri Indonesia 2011, Maria Selena itu juga menyempatkan mengunjungi butik Fashion World di Bandung.*
MISS Universe 2011, Leila Lopes (kanan) mencoba menaiki delman setibanya di Cafe dan Resto Imah Seniman Jln. Kolonel Masturi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 11 Oktober. Miss Universe yang datang bersama Putri Indonesia 2011, Maria Selena itu juga menyempatkan mengunjungi butik Fashion World di Bandung.*

NGAMPRAH, (PR).- Dalam rangka menarik minat masyarakat untuk membuat Kartu Identitas Anak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung Barat bekerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta. Melalui kerja sama tersebut, anak-anak yang memiliki KIA bisa mendapatkan potongan harga di tempat wisata atau rumah makan.

Kepala Disdukcapil KBB Wahyu Diguna menyatakan, kerja sama dengan pihak swasta itu awalnya dimaksudkan untuk menyemarakkan peluncuran KIA di Bandung Barat pada Juli 2017. Namun demikian, tujuan dari kerja sama itu ialah untuk meningkatkan minat masyatakat untuk membuat KIA. 

"Kerja sama dengan pihak swasta itu masih berlaku hingga saat ini. Jadi, khusus untuk anak yang memiliki KIA bisa mendapat diskon 10-30 persen dalam menikmati fasilitas dari pihak swasta tersebut. Pihak wasta ini ialah perusahaan wisata atau tempat makan," kata Wahyu di kantornya, Ngamprah, Kamis 23 Agustus 2018.

Dia menyebutkan, pihak swasta yang dimaksud ialah Terminal Wisata Grafika Cikole, Sapu Lidi Cafe, Imah Seniman, Warung Kampung, dan Saung Balibu Hotel % Resto. "Untuk sementara baru itu, kami berharap ke depan pihak swasta yang bekerja sana dapat bertambah," ujarnya.

Terkendala operator kurang



Wahyu menuturkan, pada tahun ini Disdukcapil berencana memiliki alokasi pencetakan KIA sebanyak 15.000 blanko dari anggaran APBD KBB dan 60.000 blanko dari pemerintah pusat. Akan tetapi, hingga Agustus ini baru sekitar 7.000 blanko KIA yang dicetak oleh Disdukcapil. 

"Buat KIA ini, kemarin-kemarin kami sempat mengalami kendala. Soalnya, ada operator kami yang meninggal dunia. Kemudian kami sempat terkendala oleh alat cetak dan tinta yang habis. Namun, sekarang ini senya kendala itu sudah teratasi. Pencetakan sudah berhakan normal," katanya.

Dia memaparkan, di Bandung Barat terdapat sekitar 500.000 anak yang memenuhi syarat dibuatkan KIA, yaitu anak-anak yang berusia 0-17 (minus 1 hari) tahun, serta belum menikah. Jumlah tersebut, kata dia, akan terus dinamis karena setiap hari ada anak yang lahir dan bertambah usianya. 

"Manfaatnya itu, di antaranya buat anak daftar sekolah dan buka rekening, di samping pula sebagai identitas anak. Program KIA ini dari pemerintah pusat akan dilajsanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia pada 2019. Namun, kami sudah memulainya sejak 2017," katanya. 

Meskipun alokasi KIA yang harus dibuat Disdukcapil pada tahun ini masih banyak, Wahyu menyatakan optimistis dapat menyelesaikannya. "Strateginya kami buat KIA seperti pada pembuatan akte kelahiran, jadi bisa sekaligus. Bisa pula melalui komunitas, organisasi, atau sekolah-sekolah. Soalnya, kami juga sudah bekerja sama dengan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)," ujar dia.***

Bagikan: