Pikiran Rakyat
USD Jual 14.538,00 Beli 14.440,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Ini Penjelasan Dokter Soal Pesan Berantai Daging Hewan Kurban Berbulatan Putih

Ari Nursanti
Hewan Kurban.*
Hewan Kurban.*

BANDUNG, (PR).- Pesan berantai (broadcast) tentang kesehatan daging kurban dan hewan kurban beredar masif sepekan menjelang Iduladha. 

Dalam pesan bernatai tersebut menyebutkan himbauan untuk mewaspadai hewan kurban yang terindikasi terserang penyakit tuberkulosis (TB). "Penting: selamatkan diri sendiri, keluarga dan lain-lain. Jika anda melihat bulatan warna putih dalam daging, itu adalah TBC/Kanker Hewan, dan sangat berbahaya untuk kesehatan anda. Tolong berhati-hati dan jangan dikonsumsi...teliti sblm digunakan.. Salam sehat selalu," demikian isi pesan tersebut.

Wakil Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat drh. Pranatya Tangguh Waskita menjelaskan, setiap hewan kurban harus melewati pemeriksaan antemortem dan postmortem. Antemortem adalah pemeriksaan dari segi fisik luar hewan kurban yang nampak seperti kaki, ekor, gigi dan lainnya. Sedangkan postmortem adalah pemeriksaan dari segi kualitas daging dan lainnya saat proses kurban.

"Kita lihat organ-organnya (hewan kurban -red), tidak hanya paru-paru, hati kita periksa, jantung kita periksa, limpa kita juga periksa. Artinya, kalau ada sesuatu di dalamnya yang berbeda dari fisik normal yang dimaksud, itu bisa kita katakan harus kita lakukan apkiran (tidak memanfaatkannya)," kata Pranatya saat on air di PRFM, kemarin.

Organ pada hewan kurban yang terindikasi tidak normal tersebut lebih baik dibuang. Sedangkan organ lainnya jika masih normal tetap bisa dimanfaatkan atau dikonsumsi, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis. "Setelah kita melakukan pemeriksaan postmortem, itu secara sehat secara keseluruhan berarti bisa dikonsumsi. Ada yang diapkir semuanya berarti tidak dikonsumsi, ada yang diapkir sebagian dengan persyaratan tertentu, dan itu petugas medis yang menentukan layak atau tidak layak," ujarnya menegaskan.

Bagikan: