Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan petir singkat, 21.1 ° C

Petugas Gabungan Gagalkan Peredaran Khat di Bandung

Joko Pambudi
KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jabar Saifullah Nasution (ketiga kiri), memperlihatkan barang bukti dan tersangka,  pada konferensi pers penindakan narkotika di Bandara Husein Sastranegara dan Kantor Pos Lalu Bea Bandung, di KPPBC TMP A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Rabu, 15 Agustus 2018 . Penyelundupan narkotika golongan 1 berupa 5-Fluoro ADB,  Catha Edulis, dan shabu melalui Bandara Husein itu, bernilai 1.782 miliar rupiah.*
KEPALA Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jabar Saifullah Nasution (ketiga kiri), memperlihatkan barang bukti dan tersangka, pada konferensi pers penindakan narkotika di Bandara Husein Sastranegara dan Kantor Pos Lalu Bea Bandung, di KPPBC TMP A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Rabu, 15 Agustus 2018 . Penyelundupan narkotika golongan 1 berupa 5-Fluoro ADB, Catha Edulis, dan shabu melalui Bandara Husein itu, bernilai 1.782 miliar rupiah.*

BANDUNG, (PR).- Petugas gabungan menggagalkan pengiriman sekitar 24,2 kilogram tanaman khat atau khatinon (catha edulis) yang dikirim ke Bandung melalui paket pos. Pada dokumen pengiriman barang, narkotika golongan I tersebut dituliskan sebagai teh hijau untuk mengelabui pemeriksaan.

"Diberitahukan sebagai green tea, setelah pemeriksaan mendalam ternyata daun khat yang sudah masuk narkotika golongan I," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat Saifullah Nasution, di Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung, Rabu, 15 Agustus 2018.

Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari instansi lain seperti Polda Jawa Barat, Polrestabes Bandung, Satpom Angkatan Udara Lanud Husein Sastranegara.

Saifullah mengatakan, pengungkapan pengiriman tanaman khat ini terjadi pada Kamis, 2 Agustus 2018 lalu di Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Ketika itu, petugas mendapati adanya kiriman paket dari Ethiopia dengan tujuan salah satu alamat di Kota Bandung atas nama perempuan berinisial EN. 

Kiriman yang dimaksud dikemas dalam karton dengan isi masing-masing enam pak dengan berat total sekitar 24.200 gram. Petugas yang mencurigakan paket kiriman tersebut kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu upaya dilakukan dengan melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan. Hasilnya, dipastikan bahwa barang tersebut merupakan tanaman khat yang sudah dikeringkan. 

Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jaringan pengiriman narkotika yang terlibat. Soalnya, setelah dilakukan pengecekan, alamat yang tertera dalam paket merupakan alamat fiktif. Dengan demikian, belum ada tersangka yang diamankan atas kasus tersebut.

Berbagai modus



Berkaitan dengan narkotika, penggagalan peredaran juga dilakukan di Bandara Husein Sastranegara pada Minggu, 5 Agustus 2018. Ketika itu, petugas mencurigai salah seorang penumpang perempuan yang menggunakan penerbangan dari Singapura menuju Bandung. Perempuan warga negara Vietnam dengan inisial TNDN (52) ini kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan.

Hasilnya, ditemukan serbuk putih yang disembunyikan di dalam pembalut yang dikenakan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa benda tersebut merupakan narkotika jenis sabu (methamphetamine) dengan berat total sekitar 850 gram. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui asal usul barang, tujuan, serta jaringan yang terlibat. "Masih dalam pengembangan," kata Saifullah.

Dia menambahkan, pengungkapan juga dilakukan pada Rabu, 2 Mei 2018 silam di Kantor Pos Lalu Bea Bandung. Petugas mencurigai kiriman barang dari Belanda yang diberitahukan sebagai "glass bottle" dengan berat total sekitar 100 gram.

Setelah pemeriksaan laboratorium, diketahui bahwa kiriman tersebut merupakan 5-Fluoro ADB, atau salah satu campuran untuk tembakau sintetis. Seorang tersangka, MSA, sebagai penerima barang sudah diamankan. "Saat ini sudah mau masuk tahap sidang," katanya.

Dari tiga kasus tersebut, dia mengatakan, diamankan barang bukti berupa tanaman khat seberat 24.200 gram, sabu dengan berat 850 gram, serta 5-fluoro ADB dengan berat total 100 gram. Secara keseluruhan, nilai barang tersebut mencapai sekitar Rp 1,782 miliar.

"Keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkotika ini berhasil menyelamatkan sekitar 12.040 jiwa," katanya.

Di tempat yang sama, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Irfan Nurmansyah mengatakan, hingga saat ini peredaran sekaligus konsumsi tanaman khat masih belum begitu dikenal. Padahal efek dan dampak yang ditimbulkan sangat berbahaya, hingga tergolong narkotika golongan I. 

Dari sisi modus operandi, dia mengatakan, sejumlah jaringan narkotika diduga menggunakan Indonesia sebagai transit, bukan tujuan peredaran. Namun penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan hal tersebut. "Biasanya di sini dikemas ulang untuk dikirim ke daerah lain," katanya.***

Bagikan: