Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.6 ° C

Masyarakat Diimbau Beli Hewan Kurban yang Berkalung Sehat

Ririn Nur Febriani
PETUGAS Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) Kota Cimahi memeriksa kesehatan sapi untuk kurban di tempat penjualan hewan kurban di Jalan Budi-Cilember, Kota Cimahi, Selasa, 14 Agustus 2018. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai antisipasi hewan kurban yang terjangkit penyakit dan kelayakan hewan kurban menjelang Idul Adha 2018.*
PETUGAS Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) Kota Cimahi memeriksa kesehatan sapi untuk kurban di tempat penjualan hewan kurban di Jalan Budi-Cilember, Kota Cimahi, Selasa, 14 Agustus 2018. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai antisipasi hewan kurban yang terjangkit penyakit dan kelayakan hewan kurban menjelang Idul Adha 2018.*

CIMAHI, (PR).- Pemkot Cimahi mulai melakukan pemeriksaan hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha 2018, Selasa 14 Agustus 2018. Masyarakat diimbau membeli hewan kurban yang sudah menjalani pemeriksaan dan mendapat kalung sehat sebagai jaminan layak kurban dan memenuhi syariat.

Pemeriksaan dan pengalungan untuk hewan kurban secara simbolis berlangsung di tempat penjualan sapi kurban milik Asep Suhaya (45) di Jalan Budi Cilember RT 02/04 Kel. Pasir Kaliki, Kec. Cimahi Utara. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan dinyatakan sehat serta memenuhi syariat, hewan kurban dipasang kalung bertuliskan 'Sehat dan Memenuhi Syarat'.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahtraan Rakyat Kota Cimahi Maria Fitriana didampingi Plt. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Huzein Rachmadi mengatakan, pemeriksaan hewan kurban sangat penting dilaksanakan untuk memastikan kesehatan terhadap hewan yang akan dikurbankan saat Idul Adha 1439 Hijriyah yang jatuh pada 22 Agustus 2018 mendatang.

"Ini Upaya Pemkot Cimahi untuk memberikan jaminan bahwa hewan kurban sudah memenuhi syarat. Jangan sampai ada masyarakat ragu apakah hewan sudah bisa dikurbankan atau belum," ujarnya.

Sebelumnya dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 50 pewarkilan DKM se-Kota Cimahi tentang tata cara penyembelihan hewan kurban.

Pemeriksaan hewan kurban meliputi sapi, domba dan kambing di Kota Cimahi akan dilaksanakan dalam dua tahap. Yaitu pemeriksaan sebelum disembelih (ante mortem) pada 13-21 Agustus 2018 dan pemeriksaan setelah disembelih (post mortem) pada 22-23 Agustus 2018.

Dispangtan Kota Cimahi menargetkan, hewan qurban yang diperiksa kesehatannya minimal 3.000 ekor. "Pemeriksaan sebelum dan setelah penyembelihan supaya masyarakat merasa tenang. Maka, kami himbau masyarakat untuk membeli hewan kurban yang sudah diperiksa kesehatannya dan memenuhi syariat dengan ditandai kalung sehat," ungkap Pipit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sebelum disembelih tahun lalu, penyakit yang terdapat pada hewan kurban yaitu pink eye, orf, enteritis dan flu.

Sesudah disembelih, ada beberapa hewan kurban yang kedapatan terinfeksi cacing hati yang memang tidak dapat terdeteksi ketika hewan masih hidup.

Penyakit musim kemarau



Hal serupa diungkapkan drh Irfan Fajar dari Puskeswan Kota Cimahi. "Biasanya masyarakat kerap lalai memeriksa kondisi fisik hewan kurban. Terutama soal cukup umur yang ditandai gigi sudah tanggal, maka hal itu harus diperiksa betul," katanya.

Diakui Irfan, saat penjualan hewan kurban banyak yang membawa hewan dari luar daerah. Pada musim kemarau saat ini, diakuinya, berbagai penyakit juga kerap menghampiri hewan kurban. Apalagi, kondisi cuaca panas dan berdebu membuat hewan kurban kelelahan.

"Yang sering muncul penyakit mata pink eye saat mata bagian tengah memerah akibat transportasi di jalan. Saat ditemukan, diupayakan diberi salep untuk penyembuhan. Sebab, semua hewan kurban yang hendak disembelih harus dalam kondisi sehat," katanya.

 

Sementara itu, Asep Suhaya (45) pemilik hewan kurban mengaku, sebelum ada pemeriksaan dari Pemerintah Kota Cimahi, ia kerap melakukan pemeriksaan kesehatan rutin terhadap hewan qurban miliknya.

"Allhamdulilah ada perhatian dari pemerintah untuk melegalkan kesehatan para hewan kurban. Jadi memberi jaminan juga kepada masyarakat bahwa sapi yang dijual sudah layak kurban dan sehat," kata Asep.

Setiap tahun, sapi yang dijualnya untuk kebutuhan kurban mencapai 350-400 ekor yang berasal dari daerah Jawa Timur. Seperti dari Pati, Lumajang, Trenggalek, Tuban.

Untuk menjamin sapi miliknya sehat, selain ada pemeriksaan rutin oleh dokter hewan, pekerja juga rutin membersihkan kandang-kandang sapi. 

"Dibersihkan kandangnya, pagi, siang, sore dengan ketersediaan air yang cukup," ucapnya.

Soal pakan, lanjut Asep, sejauh ini mendapat suplai dari bandar rumput di daerah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, diberikan juga pakan penunjang lainnya seperti konsentrat. "Hewan kurban harus dijaga kesehatannya supaya memenuhi syariat untuk dikurbankan," tuturnya.***

Bagikan: