Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 19.6 ° C

Lagi, Masyarakat Tionghoa Bandung Sumbang Korban Gempa Lombok

Eriyanti Nurmala Dewi
DIREKTUR Bisnis PR Januar P Ruswita (kanan), menerima bantuan untuk korban gempa Lombok dari Yayasan Dana Sosial Priangan, di Kantor PR, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa, 14 Agustus 2018. Bantuan berupa uang tunai untuk meringankan beban korban gempa di Lombok.*
DIREKTUR Bisnis PR Januar P Ruswita (kanan), menerima bantuan untuk korban gempa Lombok dari Yayasan Dana Sosial Priangan, di Kantor PR, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa, 14 Agustus 2018. Bantuan berupa uang tunai untuk meringankan beban korban gempa di Lombok.*

BANDUNG, (PR),- Masyarakat Tionghoa Bandung kembali menyumbang korban bencana Lombok. Bantuan sebesar Rp 53.500.000 tersebut disampaikan secara simbolik oleh Wakil Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Chandra dan diterima Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Januar P Ruswita, di Kantor Pikiran Rakyat, Jln. Asia Afrika No 77 Bandung, Selasa, 14 Agustus 2018.

Hadir pula Ketua YDSP Herman Widjaja, Wapemred PR Erwin Kustiman, Manajer Markom PR Herman Yamashita, Ketua Yayasan Pikiran Rakyat H. Baedarus, dan jajaran pengurus YDSP.

Chandra mengatakan, bantuan merupakan bentuk kepedulian masyarakat Tionghoa terhadap korban gempa bumi Lombok. Bantuan merupakan gabungan dari YSDP sebagai lembaga sebesar Rp 10 juta sedangkan sisanya merupakan sumbangan perseorangan yang tercatat sebagai pengurus YDSP.

Chandra berharap, bantuan serupa akan terus berdatangan. Karena menurut dia, bantuan tersebut hanya stimulus saja agar lebih banyak lagi masyarakat Tionghoa yang menyumbang.

Sedangkan untuk para korban, Chandra berharap dapat membantu mempercepat recovery para korban. Lokasi yang terdampak gempa juga dapat segera pulih, termasuk tempat-tempat pariwisata yang menjadi andalan Lombok.

"Kalau recovery korban dan lokasi bencana bisa lebih cepat, keadaannya pun bisa cepat membaik pula," ujarnya.

Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Januar P Ruswita mengatakan, Dompet PR mengucapkan terima kasih kepada khalayak khususnya masyarakat Tionghoa yang telah mempercayai PR dalam menitipkan bantuannya. Bantuan tersebut kata Januar, tidak digunakan untuk penanganan tanggap darurat bencana tetapi digunakan untuk penanganan pasca bencana, seperti merehabilitasi sekolah, merenovasi rumah, atau pembangunan kembali sarana ibadah. Sebab bantuan tanggap darurat bencana biasanya merupakan bagian kerja pemerintah. 

Januar juga menambahkan, pengelolaan dana sumbangan yang masuk untuk Dompet PR sudah dipisahkan dari PR sebagai perusagaan dengan yayasan yang lebih berwenang sehingga dana masyarakat itu dikelola oleh Yayasan Pikiran Rakyat. "Lebih dari itu, pemisahan ini dapat lebih memberi transparansi kepada masyarakat selaku penyumbang," tuturnya.

Kerjasama



Ketua YDSP Herman Widjaja menjelaskan, yayasan yang dikelolanya bergerak dalam berbagai bidang. Antara lain mengembangkan Xiangxie ( Catur Gajah), kaligrafi Tionghoa, museum, dan pendidikan. Untuk mengembangkan Xiangqie telah melatih banyak anak-anak pelajar dan santri.

Terbukti, pelajar dan santri yang intensif berlatih Xiangie, kemampuan intelektualnya berkembang baik. Bahkan beberapa anak dan santri yang diikutsertakan dan kompetisi nasional berhasil meraih prestasi. 

Atas dasar itu, kata Herman, sangat berpeluang bagi PR untuk menyosialisasikan catur asal Tiongkok ini. Sedangkan dalam pengembangan museum dan pendidikan, YDSP telah bekerjasama dengan Unpad dalam mengenalkan bahasa dan budaya Tiongkok. Bahkan YDSP juga menyediakan ruang kelas bila mahasiswa yang mengambil mata kuliah kajian Tionghoa ini mau belajar di YDSP. 

"Tahun ini ada lebih kurang 30 mahasiswa baru yang mengambil bahasa Mandarin di Unpad dan itu dikerjasamakan dengan kita," terangnya.

Kegiatan yang paling banyak dilakukan YDSP, kata Herman, adalah kegiatan sosial kemanusiaan. Berbagai bantuan telah diberikan, baik untuk korban bencana ataupun bantuan kemanusiaan bagi masyarakat tidak mampu. "Kalau YDSP bekerjasama dengan PR, semua program ini bisa kita sinergikan," tuturnya.

Wapenred PR Erwin Kustiman menyambut baik hal itu. Menurut dia, PR terus membuka lebar berbagai peluang kerjasama. Apalagi budaya dan tradisi Tiongkok sangat menarik untuk dikaji lalu kajian tersebut disebarluaskan kepada masyarakat sehingga terjadi pemahaman budaya satu sama lain.

Ke depan, kata dia, PR dan YDSP dapat menggelar diskusi-diskusi rutin terkait banyak hal tentang seni, budaya, ekonomi dll terkait Tiongkok. Termasuk mengadakan turnament xiangqie untuk pelajar agar olahraga olah otak ini lebih dikenal masyarakat.

Pertemuan yang penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan rencana kunjungan balik PR ke YDSP untuk minum teh bersama sambil melihat langsung permainan catur xiangqie. "Semoga saja ke depan kita akan segera gelar turnament catur asal Tiongkok ini," ujarnya.***

Bagikan: