Pikiran Rakyat
USD Jual 14.503,00 Beli 14.405,00 | Umumnya berawan, 24.4 ° C

Kecamatan Kertasari Dipilih Jadi Sentra Taman Teknologi Pertanian Kopi

Ecep Sukirman
Peracik Kopi Iklbal Ramdani (32) memperhatikan biji kopi pada proses sangrai (Roasting) untuk menciptakan rasa kopi yang sesuai di kedai kopinya di Kamasan - Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa 29 Mei 2018.
Peracik Kopi Iklbal Ramdani (32) memperhatikan biji kopi pada proses sangrai (Roasting) untuk menciptakan rasa kopi yang sesuai di kedai kopinya di Kamasan - Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa 29 Mei 2018.

SOREANG, (PR).- Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung sebagai sentra Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kopi. Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama (MoU, memorandum of understanding) di Kampung Cirawa Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Selasa 7 Agustus 2018.

Bupati Bandung Dadang M. Naser dan Kepala Balitbang Kementerian Pertanian RI Muhamad Syakir menandatangani MoU disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Anang Susanto. Hadir juga unsur Muspida Kabupaten Bandung. Selain menandatangani MoU, dalam kesempatan itu pula dilakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung TTP Kopi.

Bupati Bandung Dadang M. Naser mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung mengapresiasi Kementerian Pertanian RI dengan dilakukannya penandatanganan MoU tersebut. Melalui penandatanganan MoU tersebut, Dadang mengaku, pengembangan kopi di Kabupaten Bandung mendapat dukungan penuh pemerintah pusat.

“Banyak daerah yang mengajukan TTP ini, namun alhamdulillah pemerintah pusat memilih Kabupaten Bandung sebagai pilot project TTP Kopi ini. Ini sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Dadang.

Diakui bupati, meski beberapa waktu pengembangan tanaman kopi di Kabupaten Bandung belum tersentuh teknologi, namun jenis kopi Kabupaten Bandung berhasil menjadi kopi terbaik specialty bertaraf internasional. Saat ini, lanjut dia, dengan adanya dukungan teknologi TTP Kopi ini diharapkan kualitas kopi di Kabupaten Bandung pun akan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kata Dadang Naser, seiring dengan pengembangan tanaman kopi di Kabupaten Bandung, saat ini dilakukan penguasaan hulu-hilir. Meliputi pemberdayaan petani kopi, distribusi, promosi, hingga tenaga penyaji kopi profesional.

“Saat ini produk pasar kopi dunia dikuasai negara yang malah tidak mempunyai tanaman kopi. Padahal bahan baku kopi tersebut banyak dihasilkan di kita. Dengan adanya terobosan teknologi ini, diharapkan kita sama-sama mengembangkan kualitas kopi kita sendiri dan kita pun mampu mengolah terlebih dahulu,” ucap Dadang.

Pengembangan perkebunan berdampak signifikan



Bupati menuturkan, di wilayah Kabupaten Bandung terdapat sembilan rangkaian gunung yang menghasilkan kopi. Dalam pengembangan kualitas kopi ini, ia bersama unsur DPRD Kabupaten Bandung akan lebih serius melakukan berbagai upaya pengembangan lebih lanjut. Melalui jalinan koordinasi bersama Kementerian Pertanian. “Lahan hamparan kopi di Kabupaten Bandung, masih luas,” ujar Dadang.

Kepala Balitbang Kementerian Pertanian RI Muhamad Syakir menuturkan, melalui pengembangan teknologi ini diharapkan ke depannya memberikan nilai tambah bagi petani untuk meningkatkan taraf kesejahteraan petani.

“Kita sangat optimistis pengembangan perkebunan dan pertanian di Cibeureum ini menunjukkan dampak signifikan. Karena masyarakat di sini secara kultural sudah familiar dengan bercocok tanam,” tutur dia.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung serta berbagai elemen masyarakat, lanjut dia, TTP di Cibeureum ini nantinya akan menjadi titik simpul yang mampu menentukan arah pembangunan perkebunan di Cibeureum ke depannya.

“Sangat mendukung akan kembangkan pertanian secara terpadu khususnya perkebunan secara terpadu berbasis inovasi dan teknologi,” ucap dia.***

Bagikan: