Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 20.5 ° C

Relokasi Industri Sekitar Sungai Citarum Terkendala Lahan

Cecep Wijaya Sari
AIR limbah mengalir di sungai yang berdekatan dengan kawasan industri di Jalan Industri, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kamis, 2 Agustus 2018. Relokasi pemindahan industri pembuang limbah ke wilayah yang berjauhan dengan sungai masih terkendala lahan.*
AIR limbah mengalir di sungai yang berdekatan dengan kawasan industri di Jalan Industri, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Kamis, 2 Agustus 2018. Relokasi pemindahan industri pembuang limbah ke wilayah yang berjauhan dengan sungai masih terkendala lahan.*

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyambut baik usulan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan soal relokasi industri di sekitar daerah aliran Sungai Citarum. Namun, hal itu terkendala ketersediaan lahan, sehingga harus dilakukan kajian yang matang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat Apung Hadiat Purwoko mengungkapkan, kawasan industri di Bandung Barat saat ini terpusat di Cimareme-Batujajar. Rencananya, akan ada kawasan industri baru di Cipeundeuy, tetapi ditujukan untuk perusahaan manufaktur.

"Sementara yang jadi masalah kan industri tekstil. Jadi kalau untuk direlokasi ke Cipeundeuy tidak memungkinkan. Tapi, itu ranahnya Bappeda karena kaitannya dengan tata ruang," ujarnya di Ngamprah, Kamis, 2 Agustus 2018.

Menurut Apung, ada sekitar 60 perusahaan tekstil di Bandung Barat yang kini dalam pengawasan karena diduga buang limbah ke sungai. Sejumlah perusahaan ini berada di sekitar Sungai Cipeusing, Cibingbin, dan Cihaur yang semuanya bermuara ke Citarum.

Jika dilihat dari daya tampung, lanjut dia, di kawasan itu sudah tak bisa lagi dibangun industri baru, sehingga relokasi memang dibutuhkan. Namun lagi-lagi, hal itu harus memperhatikan aturan tata ruang agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Selain itu, hal ini juga harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pengusaha," katanya.

Meski demikian, Apung mengungkapkan, pihaknya terus memperketat pengawasan terhadap sejumlah industri yang diduga membuang limbah cair ke Citarum. Apalagi, saat ini tengah dilakukan revitalisasi melalui program Citarum Harum yang digagas Kodam III/ Siliwangi.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengalokasikan anggaran Rp 6,36 miliar. Di KBB, program ini melibatkan beberapa dinas, seperti Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Sejumlah dinas ini berbagi tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Perusahaan tekstil



Dia pun menyebutkan, ada 7 kecamatan yang dilintasi Sungai Citarum di Kabupaten Bandung Barat, yakni Kecamatan Padalarang, Batujajar, Cihampelas, Saguling, Cipatat, Cipendeuy, dan Cililin. "Wilayah KBB termasuk di bagian tengah Citarum, sedangkan hulunya di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung dan hilirnya di Muaragembong, Kabupaten Bekasi," katanya.

Kasi Pengolahan Limbah B3 pada Dinas LH KBB Nurjaman menambahkan, saat ini ada 8 perusahaan yang tengah dalam pengawasan ketat. Kedelapan perusahaan tekstil di Batujajar ini sudah menandatangani pakta integritas untuk memperbaiki pengolahan limbah.

"Beberapa perusahaan sudah menunjukkan perbaikan IPAL-nya. Ini kami apresiasi. Sampel limbah di beberapa perusahaan tersebut juga sudah diuji di laboratorium dan tinggal menunggu hasilnya," ujar Nurjaman.***

Bagikan: