Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 22.7 ° C

Ridwan Kamil: Lima Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Keemasan Bandung

Muhammad Fikry Mauludy

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan gubernur terpilih, Ridwan Kamil, mulai merangkum data kebutuhan pemberian bantuan, khususnya bagi Kota Bandung. Bantuan Pemprov Jawa Barat akan disalurkan ke berbagai bidang, termasuk satu jalan layang yang ditargetkan mulai dibangun tahun depan.

“Insyaallah zaman keemasan Bandung terjadinya justru lima tahun ke depan, karena Pak Wakil Kotanya (Oded M Danial) jadi wali kota, dan akan mempertahankan komitmen prestasi. Ditambah mantan wali kotanya jadi gubernur, maka hubungan komunikasi dan bantuan akan lebih banyak dan praktis,” ujar Ridwan. Dia mengungkapkan itu seusai menggelar rapat pimpinan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, di Pendopo, Senin 30 Juli 2018.

Dalam rapat pimpinan itu, kata dia, dibahas program-program Kota Bandung untuk 2019, yang berhubungan dengan bantuan dari Pemprov Jawa Barat. Dari hasil rapat itu, tahun depan akan ada banyak pekerjaan kombinasi bantuan Pemprov Jawa Barat dan program wali kota Bandung.

Selama ini ada banyak bidang yang terkendala dalam segi jumlah bantuan. Ridwan Kamil telah merencanakan bantuan di bidang kesehatan, khususnya bagi rumah sakit umum daerah yang jumlahnya tidak sedikit.

“Ada juga pendidikan, meminta penambahan flyover, biaya bantuan danau retensi, dan sebagainya. Kemudian apartemen rakyat juga bisa bantuan dari provinsi. Kalau flyover kemungkinan yang sudah siap DED (gambar kerja detail)-nya, Supratman-Ahmad Yani. Karena yang lain ternyata belum di-DED-kan,” tuturnya.

Menurut Ridwan, bantuan tersebut bisa dalam bentuk bantuan keuangan yang dilelang oleh daerah atau hibah proyek provinsi untuk kepentingan daerah. Meski banyak membahas tentang program Kota Bandung, ia berjanji tidak akan mengesampingkan bantuan bagi daerah lain. Pengumpulan data terkait program yang dibutuhkan kota dan kabupaten lain sudah tersimpan.

“(Melupakan daerah lain?) Enggak lah. Ini mah kan rapat internal kapasitas saya sebagai wali kota (Bandung). Karena yang lain juga sudah. Kabupaten Garut, Sukabumi, Indramayu. Yang Bandung agak telat, makanya saya kebut. (Selama ini bantuan untuk) Bandung minimalis,” ujarnya.

Adapun proyek kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) bukan termasuk bantuan bagi Kota Bandung. Proyek transportasi massal itu merupakan program Pemprov Jawa Barat. Sebelumnya, jalur kereta ringan itu akan menyambungkan wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Sumedang.

“LRT juga sama, harus berpikir nanti disambungkan ke Soreang, Jatinangor, Cicalengka,” katanya.

Cekungan Bandung



Ridwan juga masih mengejar lahirnya Peraturan Presiden terkait Cekungan Bandung. Melalui Perpres itu, janji Ridwan kepada Kota Bandung  akan direalisasikan dalam bentuk penataan kawasan Bandung Raya yang terintegrasi di bawah satu komando.

Dengan adanya Pemerintahan Cekungan Bandung, ia menargetkan kerja koordinasi antarwilayah yang lebih jelas dan efektif. Jika terwujud, kata Ridwan, maka nanti setiap wilayah tidak hanya membahas proyek masing-masing, tetapi dikoordinasikan dan dianggakan oleh Pemerintahan Cekungan Bandung.

“Kalau dulu ada bakorwil, sekarang kalau ada perpres, punya lembaga cekungan khusus. Nanti ada sinkronisasi, di mana pembantu gubernur bisa membantu. Kalau cekungan bandung tidak membatasi unitnya. Di mana wilayahnya masuk cekungan bandung, maka semua urusannya akan terkoordinasi. ***

Bagikan: