Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Dukung Cak Imin Cawapres 2019, Ratusan Santri Berjalan Kaki Banjar-Jakarta

Sarnapi
Long mach Banjar-Jakarta laskar  santri untuk Muhaimin Iskandar (Cak Imin) For Cawapres tiba di Jalan Raya Cicalengka. Mereka akan menuju ke Jakarta mendukung Cak Imin sebagai cawapres.*
Long mach Banjar-Jakarta laskar santri untuk Muhaimin Iskandar (Cak Imin) For Cawapres tiba di Jalan Raya Cicalengka. Mereka akan menuju ke Jakarta mendukung Cak Imin sebagai cawapres.*

BANDUNG, (PR).- Memasuki hari kelima long mach Banjar-Jakarta laskar  santri untuk Muhaimin Iskandar (Cak Imin) For Cawapres  disambut masyarakat dan santri dari Ponpes se-Kabupaten Bandung dengan sholawat badar di alun-alun Cicalengka, Selasa, 24 Juli 2018.

Ketua penyambutan long Mach Laskar Santri untuk Cak Imin calon wakil persiden, H.Tarya mengatakan, pihaknya bersama ulama dan ribuan santri yang selama ini diam atas situasi politik, kini kembali "tergugah" untuk memajukan sosok Cak Imin menjadi calon wakil presiden 2019 mendatang.

"Setelah ditinggal Gus Dur kami meresa kehilangan sosok, kini ada Cak Imin yang mengawakil politik kaum santri, cicitnya KH.Bisri Sansuri dan kami terenyuh atas aksi Longmarch ini untuk ikut berpartisipasi menyukseskan cak Imin," katanya.

Peserta penyambutan ini terdiri dari pimpinan pesantren, santri, majlis taklim dan kader NU yang berada disekitar Kabupaten Bandung.

"Awalnya kami hanya ngontak beberapa orang untuk menyambut kegiatan ini,tapi alhmdulillah yang membuat kami bahagia Rois Suriyah PC NU Kab.Bandung berkenan memimpin penyambutan dan mendoakan  para peserta long march," ungkapnya.

Namun, kata dia, semangat mendorong Cak Imin sebagai perwakilan kaum santri agar sampai pada posisi Cawapres pada Pemilu 2019, menjadi penyemangat tersendiri guna mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia bahwa negeri ini butuh pemimpin yang lahir dari kalangan agama.

"Nanti para santri akan menuju rumah Cak Imin di Jakarta, karena aksi ini tidak berkaitan dengan partai A atau partai B. Nanti kita tiddak banyak diskusi dengan Cak Imin. Buat apa banyak diskusi? Kita hanya menyerahkan mandat para kiyai bahwa Cak Imin harus menjadi pemimpin Indonesia," tuturnya.***

Bagikan: