Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Rekam Jejak Wahid Husen, Kalapas Sukamiskin yang Terkena OTT KPK

Yedi Supriadi
WARGA berjalan di depan Lapas Kelas 1 Sukamiskin Bandung, Jalan AH Nasution, Sabtu 21 Juli 2018. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Wahid Husen yang dijemput di rumahnya pukul 24.00 WIB, Sabtu 21 Juli 2018 dini hari.*
WARGA berjalan di depan Lapas Kelas 1 Sukamiskin Bandung, Jalan AH Nasution, Sabtu 21 Juli 2018. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Wahid Husen yang dijemput di rumahnya pukul 24.00 WIB, Sabtu 21 Juli 2018 dini hari.*

BANDUNG, (PR).- Setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Wahid Husen pada Sabtu 21 Juli 2018 dini hari, situasi lapas Sukamiskin pada siang harinya berjalan seperti biasa. Keadaan Lapas seolah tidak ada kejadian besar pada malam harinya.

Berdasarkan pantauan, Sabtu 21 Juli 2018 siang, kondisi Lapas malah terlihat sepi. Hanya aktivitas keluarga narapidana yang membesuk saja keluar-masuk Lapas Sukamiskin. Mereka antre di depan pintu masuk.

“Biasa aja tidak ada larangan bagi yang mau besuk. Pelayanan tetap dibuka,” ujar salah seorang petugas lapas. Di lokasi tidak terlihat pengamanan ketat dari kepolisian dan petugas internal.

Kondisi yang sama tampak di Rumah Dinas Kepala Lapas Sukamiskin yang pada Sabtu dinihari ditangkap. Pintu gerbangnya dalam posisi terkunci. Di depan rumah dinas tersebut tertempel angka sembilan sebagai nomor rumah dan ada tulisan Rumah Negara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Tidak terlihat aktivitas yang berarti di sekitar rumah dinas. Gerbang berwarna hijau dalam posisi terkunci namun tidak digembok. Rumah tersebut didominasi cat berwarna hijau, tidak terlihat ada penjagaan dari pihak Kepolisian maupun dari pihak keamanan lainnya. Kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat juga tidak terlihat di halaman rumah dinas Kalapas Sukamiskin.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat, Indro Purwoko saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya operasi tangkap tangan yang melibatkan anak buahnya di Lapas Sukamiskin Bandung.

“Iya benar, ada penangkapan. Sebagai langkah awal, secepatnya kami akan menunjuk Plh Kalapas Sukamiskin,” ujar Indro Purwoko melalui sambungan telepon, Sabtu siang.

Selanjutnya, menurut Indro pihaknya akan menunggu proses hukum dari KPK terkait kasus yang menyeret Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen.

Rekam jejak Wahid Husen



Wahid Husen sendiri sebenarnya terbilang baru empat bulan penjabat sebagai Kalapas Sukamiskin. Sejak 19 Maret 2018, dia memimpin Lapas Sukamiskin menggantikan posisi Dedi Handoko yang dipromosikan menjabat Kadiv Pemasyarakatan di Kepulauan Riau. Sebelum menjadi Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas I Madiun.

Dari catatan yang dimiliki, Wahid Husen sebenarnya bukan nama baru bertugas di Kota Bandung. Setidaknya pada tahun 2012-2014, ia sempat menjabat Kepala Lapas Kelas II A Banceuy Bandung, lapas khusus narapidana kasus narkotika. Sebelum itu, ia juga sempat dipercaya memegang kendali di Rutan Kebonwaru Bandung. 

Ketika dia menduduki jabatan Kepala Lapas Banceuy, jajarannya pernah beberapa kali mengungkap kasus yang cukup menghebohkan. Salah satunya yaitu terungkapnya penyelundupan narkotika jenis sabu yang melibatkan dua napi. Peristiwa yang diungkap BNN itu terjadi pada bulan Desember 2012. 

Setelah itu, Wahid dan anak buahnya juga menggagalkan penyelundupan sabu lainnya pada 13 Februari 2014. Selepasnya, sebulan kemudian, ia dan jajarannya juga kembali menggagalkan penyelundupan sabu dan ganja ke dalam lapas. 

Wahid terus mendapat promosi hingga menduduki jabatan Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin. Sayangnya, kini ini harus berurusan dengan KPK karena diduga menerima suap dari narapidana penghuni lapas Sukamiskin. KPK menyebut ada uang tunai rupiah dan valas yang sedang dihitung serta kendaraan yang juga diamankan sebagai barang bukti awal.

Penangkapan



Wahid ditangkap petugas KPK pada Sabtu dinihari bersama ajudannya. Petugas KPK bersama petugas Kepolisian Resort Kota Bandung langsung melakukan penggeledahan terhadap ruangan Kalapas, ruang kantor perawatan. Dalam penggeledahan tersebut, petugas KPK membawa beberapa berkas. Selanjutnya  menyegel ruangan Kalapas dan menyegel filing kabinet di ruang perawatan.

Setelah itu, petugas KPK melakukan penggeledahan ke kamar warga binaan atas nama Andri dan Fahmi Darmawangsa. Berdasarkan informasi yang dihimpun penggeledahan berlangsung selama 30 menit.

Semula penggeledahan juga akan dilakukan kamar tahanan Fuad Amin dan Tb. Chaeri Wardana, tapi karena keduanya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit luar lapas penggeladahan tidak dilakukan hanya dilakukan penyegelan terhadap dua kamar tadi. ***

Bagikan: