Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.505,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

1.500 Liter Tuak Diamankan dari Jalur Selatan

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Jajaran Korem 062 Tarumanegara bersama Kodim Kodim 0609/Kabupaten Bandung dan Satpol PP Kabupaten Bandung berhasil menyergap pengiriman minuman keras tradisional jenis tuak yang dikirim dari wilayah Sukabumi yang akan didistribusikan di wilayah Kabupaten Bandung. Sebanyak 50 jeriken berisi tuak diamankan dalam penyergapan tersebut.

Komandan Unit 2 Tim Intel Korem 062 Tarumanegara, Pelda Anung Affandi, 50 jerigen tuak yang diamankan berasal dari Tegal Buleud Sukabumi. Pendistribusian tuak siap edar itu menggunakan sebuah mobil boks, yang melintasi jalur Cianjur Selatan menuju Kabupaten Bandung. Tim Intel melakukan penyergapan terhadap mobil boks tersebut di daerah Cipangisikan, Rancabali, Kabupaten Bandung.

"Kami amankan 50 jerigen berisi sekitar 1.500 liter tuak bersama seorang sopir dan dua orang kernetnya. Berdasarkan penuturannya, mereka bertugas mengantarkan tuak dengan upah Rp 100.000 perorang," ujar Anung di markas Kodim 0609/Kabupaten Bandung Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Selasa 17 Juli 2018 malam.

Pengungkapan distribusi minuman keras ilegal itu berawal dari laporan  warga soal maraknya peredaran miras di wilayah mereka.

"Kami terima laporan dari warga, karena banyak anak muda yang mengonsumsi miras oplosan, termasuk tuak sehingga kami lakukan penyelidikan," kata dia.

Pengiriman dilakukan malam hari



Pihaknya juga telah mempelajari pola distribusi mobil pengangkut tuak dan miras jenis lainnya yang melintasi jalur selatan.

"Proses penangkapan terhadap mobil distribusi tuak kami lakukan di jalan, setelah tim intel mendapat data lapangan. Kecenderungan mereka juga melakukan pengiriman pada malam hari menghindari kecurigaan," katanya.

Tuak yang diamankan diserahterimakan kepada Satpol PP Kabupaten Bandung untuk diproses lebih lanjut. Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Kabupaten Bandung, Oki Suyatno, mengungkapkan, mereka berencana akan berkoordinasi dengan Satpol PP Sukabumi dan Cianjur, untuk menyetop distribusi tuak ke wilayah Kabupaten Bandung melalui jalur selatan.

"Sudah banyak diamankan kurir yang mengangkut miras dari Cianjur maupun Sukabumi. Untuk yang sekarang, saya lihat mereka orang baru, jadi ke depan kami akan koordinasi dengan Satpol setempat untuk bisa menghentikan jalur distribusinya," ujar Oki.

Hal tersebut juga sebagai upaya meminimalisir jatuhnya korban jiwa akibat banyaknya orang yang mengonsumsi miras oplosan.

"Kejadian di Cicalengka harus menjadi pelajaran, jangan sampai banyak miras yang masuk ke Kabupaten Bandung, karena faktanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Kami akan antisipasi segala kemungkinan," tuturnya.***

Bagikan: