Pikiran Rakyat
USD Jual 14.099,00 Beli 14.197,00 | Sedikit awan, 19.8 ° C

Risa, Korban Penganiayaan yang Viral di Media Sosial Diimbau Melapor ke Kepolisian

Ririn Nur Febriani

CIMAHI, (PR).- Satreskrim Polres Cimahi mencoba menelusuri kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan yang videonya viral di media sosial. Kepolisian menghimbau korban segera melaporkan kejadian kekerasan fisik tersebut agar pelaku bisa diproses secara hukum.

"Kami masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan peristiwa penganiayaan tersebut benar atau tidak," kata Kepala Bagian Operasi (KBO) Satreskrim Polres Cimahi, Iptu Wasiman, Minggu 15 Juli 2018.

Wasiman mengaku Polres Cimahi belum menerima laporan dari korban. Pihaknya mengimbau korban untuk segera melapor agar kasus tersebut bisa diselidiki dan pelaku kekerasan bisa diproses secara hukum. "Pada prinsipnya masyarakat yang telah mengalami peristiwa pidana berhak melapor dan kami akan menindaklanjuti," ungkapnya. Sebagai langkah awal, pihaknya sudah mendatangi tempat kejadian perkara.

"Tentu kalau video tersebut bukan hoaks, kami akan meminta keterangan terhadap sejumlah saksi, salah satunya yang merekam kejadian tersebut," katanya. 

Berita sebelumnya, nama Kota Cimahi kembali viral di dunia maya. Setelah dua kasus pencurian tertangkap kamera CCTV, kali ini muncul video seorang laki-laki menghantam perempuan yang diduga teman dekatnya hingga memicu reaksi keras warganet yang mengecam aksi kekerasan tersebut. Hasil pengusutan di lapangan, aksi penganiayaan laki-laki terhadap perempuan muda terjadi di halaman indekos di Jalan Pesantren, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kamis 12 Juli 2018 lalu. Pemukulan tergambar jelas pada hasil rekaman kamera CCTV di rumah kos tersebut.

Potongan gambar menunjukkan keduanya sempat terlibat adu mulut. Sosok laki-laki lalu melayangkan kepal tangan dan mendarat di wajah perempuan hingga tersungkur. Seolah tak puas, laki-laki tersebut menendang tubuh perempuan meskipun sudah berada di atas tanah. Untungnya, muncul pria lain yang melerai dan mendorong laki-laki yang berbuat kekerasan hingga dia pergi berlalu. 

Pria tersebut diketahui bernama Sidiq, sedangkan korban pemukulan bernama Risa (21). Mereka bukan penghuni indekos tersebut, namun Risa sedang bertamu dan Sidiq datang menemuinya. Fauziyah (23), penghuni indekos, mengatakan, Risa sedang bertamu di kamarnya. Beberapa saat sebelum kejadian, Sidiq datang bersama dua orang teman laki-lakinya sekitar pukul 06.00 WIB. 

"Dia datang ke indekos sekitar jam 6 pagi. Risa memang terlihat uring-uringan. Dia turun katanya mau ketemu Sidiq, ternyata ada kejadian sampai dia dipukul Sidiq, kaget juga sekaligus marah dan sedih," ujarnya. Fauziyah mengaku tak begitu kenal Sidiq. Dia juga tak tahu ada hubungan antara Risa dan Sidid.  "Setahu saya mereka enggak pacaran, hanya berteman saja tapi enggak tahu juga ya. Masalahnya kenapa bisa sampai seperti itu juga enggak tahu karena Risa enggak pernah cerita. Mungkin karena privasi mereka juga," ungkap Fauziyah.

Menolak lapor polisi



Usai kejadian, Risa tak menceritakan apapun kepadanya. Ia hanya menangis dan mengeluhkan sakit di pipi dan punggung akibat dihantam Sidiq. "Dia enggak cerita, kita tanya juga hanya nangis aja. Sekarang Risa udah pulang ke rumahnya. Kondisinya pipi lebam dan bengkak di punggung," tuturnya. Setelah kejadian, Fauziyah sudah mendorong Risa untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Pastinya saya enggak terima, makanya saya suruh dia laporan ke polisi. Tapi dia menolak dan justru nangis terus setelah kejadian itu. Saya juga bingung mesti gimana lagi, kasihan saja sama Risa. Sidiq harus dapat balasan setimpal, bagus juga kalau dipidana biar dia jera," katanya.

Panca (49) pemilik rumah indekos, mengaku kaget dengan kejadian di rumah indekos miliknya. Pasalnya Risa sendiri bukan penghuni tetap namun hanya menumpang pada temannya. "Saya kaget juga ada kejadian, pas di lihat di rekaman CCTV wah ini laki-laki main pukul jelas saya geram. Sayya akan coba telusuri dia tinggal di mana. Bagaimanapun, sebagai laki-laki dia enggak jantan karena memukul perempuan," ujarnya.

Terkait keamanan dan aturan di rumah indekosnya, Panca mengaku setiap tamu wajib lapor ketika datang berkunjung, apalagi untuk menginap. "Sebetulnya sudah ketat, karena pengunjung itu harus laporan kalau mau datang kesini, dan batasnya itu jam 23.00, kecuali mau menginap. Harapannya jangan sampai ada kejadian serupa," bebernya. ***

Bagikan: