Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 24.5 ° C

Pengangguran Terus Bertambah, Janji Kampanye 1.000 Lapangan Kerja Sulit Terealisasi

Ririn Nur Febriani
MAHASISWA berjalan melewati papan pengumuman yang memasang berbagai informasi seputar dunia kemahasiswaan dan lowongan kerja, di Kampus USB YPKP, Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Jumat, 23 Februari 2018 lalu.*
MAHASISWA berjalan melewati papan pengumuman yang memasang berbagai informasi seputar dunia kemahasiswaan dan lowongan kerja, di Kampus USB YPKP, Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Jumat, 23 Februari 2018 lalu.*

CIMAHI, (PR).- Upaya Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi untuk menunaikan janji politik 1.000 Lapangan Pekerjaan makin sulit. Jumlah pengangguran yang tinggi, bertambah dengan lulusan siswa SMA/SMK yang tidak melanjutkan pendidikan kuliah di tahun 2018.

Kepala Disnakertrans Kota Cimahi, Supendi Heriyadi, mengungkapkan, setiap tahun jumlah pengangguran grafiknya meningkat. Pada tahun 2016 mencapai 14.223 orang, tahun 2017 sempat menurun menjadi 14.000 orang.

"Tahun 2018, angka pengangguran bertambah menjadi 17.225. Jumlah tersebut dipastikan bertambah seiring kelulusan anak SMA/SMK yang tidak meneruskan pendidikan formalnya," ujarnya, Jumat 13 Juli 2018.

Meski begitu, pihaknya optimistis janji Ajay-Ngatiyana akan terealisasi hingga lima tahun ke depan."Meski tidak mudah, tapi kita harus optimistis," katanya.

Program 1.000 lapangan pekerjaan merupakan janji politik Wali Kota- Wakil Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna-Ngatiyana saat Pilkada Kota Cimahi 2017.

Untuk mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan terciptanya lapangan pekerjaan, Supendi mengintruksikan jajaran Disnakertrans Kota Cimahi melakukan berbagai upaya. Di antaranya Bursa Kerja Khusus (BKK) melalui Lembaga Pelatihan Khusus (LPK) dan melakukan berbagai pelatihan kerja.

"Yang jelas, programnya jangan macam-macam, tapi utamakan ada pemberian pelatihan keahlian sehingga yang nganggur bisa bekerja," katanya.

Namun, program bursa kerja terbuka alias job fair dihapuskan Disnakertrans Kota Cimahi tahun 2018. Supendi Heriyadi menilai, program job fair tersebut tidak efektif untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kota Cimahi.

"Job fair jadi kurang efektif. Penyerapannya sedikit," katanya.

Diakui Supendi, rencana job fair memang terlihat menjanjikan untuk menampung pengangguran, termasuk lulusan sekolah atau kuliah. Tapi, hasilnya hanya sedikit yang terserap lewat bursa kerja terbuka itu.

Terlebih lagi, menurut Supendi, kondisi perekonomian perusahaan besar di Kota Cimahi saat ini kurang kondusif. "Perusahaan diminta data itu tidak balance. Saat diberi data memang kondisinya bagus, tapi ketika diterima lagi pekerja malah mengaku tidak mampu," ujarnya.

Kepala Seksi Penempatan Kerja Disnakertrans Kota Cimahi Dida Hadiningsih menambahkan, penyumbang angka pengangguran terbanyak berada di wilayah Cimahi Selatan. Pasalnya, wilayah tersebut merupakan kawasan industri dan sejumlah masyarakat pendatang yang mengadukan nasibnya ke Kota Cimahi.

"Pendatang yang ada di wilayah selatan tiap tahunnya juga bertambah dengan kedatangan pencari kerja," katanya.***

Bagikan: