Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 20.5 ° C

Ridwan Kamil Berkomitmen Akan Bantu Menata Kabupaten Sumedang

Muhammad Fikry Mauludy
CALON Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istrinya memasukan surat suara seusai mencoblos pada Pilkada Serentak 2018, di TPS 21 Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Rabu, 27 Juni 2018. Suasana TPS yang dihiasi pernak-pernik Piala Dunia 2018 itu ramai oleh warga dan jurnalis yang menyaksikan proses pencoblosan dari pasangan nomor urut 1 yang memakai jersey negara Spanyol itu.*
CALON Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istrinya memasukan surat suara seusai mencoblos pada Pilkada Serentak 2018, di TPS 21 Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Rabu, 27 Juni 2018. Suasana TPS yang dihiasi pernak-pernik Piala Dunia 2018 itu ramai oleh warga dan jurnalis yang menyaksikan proses pencoblosan dari pasangan nomor urut 1 yang memakai jersey negara Spanyol itu.*

BANDUNG, (PR).- Wali kota Bandung yang diyakini menjadi gubernur terpilih versi hitung cepat, Ridwan Kamil, berkomitmen untuk membantu penataan Kabupaten Sumedang sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota provinsi Jawa Barat. Sejumlah inovasi yang telah diterapkan di Kota Bandung akan dihibahkan.

Saat berkunjung ke Sumedang beberapa waktu lalu, Ridwan telah memberikan sketsa revitalisasi Alun-alun Sumedang secara cuma-cuma. Ridwan menuturkan, perubahan yang dilakukan di Alun-alun Kota Bandung ia rancang untuk merapikan sekaligus menghidupkan kembali ruang publik yang nyaman.

"Kalau Alun-alun Sumedang biasa digunakan untuk upacara, berarti di salah satu sudutnya harus ada seperti plaza di Balaikota (Bandung), karena dulunya plaza ini pun dikelilingi oleh tempat parkir. Akan tetapi dengan penataan sedemikian rupa sehingga hasilnya seperti sekarang, lebih rapi," ujar Ridwan Kamil, saat menerima kunjungan bupati Sumedang terpilih versi hitung cepat, Dony Ahmad Munir, di Balai Kota Bandung, Selasa, 3 Juli 2018.

Saat ini, Alun-alun Sumedang belum memberikan daya tarik bagi wisatawan. Maka, saat kunjungan ke lokasi yang berada di depan Masjid Agung Sumedang itu Ridwan merancang gambar revitalisasi alun-alun di atas kertas dalam tempo singkat.

Alun-alun Sumedang baru nantinya akan membagi fungsi ruang agar bisa menjadi ruang berkumpul warga berbagai usia dan tidak membosankan.

Selain itu, Ridwan juga memberikan coretan rancangan penataan kawasan wisata di Waduk Jatigede Sumedang. Dengan begitu, wisatawan akan mendapatkan banyak tempat yang dikunjungi di Sumedang.

Untuk melengkapi transportasi wisatawan di Sumedang, Ridwan juga menawarkan konsep bus Bandung Tour on Bus (Bandros). Di Kota Bandung, bus berdesain trem klasik itu sudah berjalan reguler berdasarkan rute.

"Nanti di Sumedang ganti aja namanya dengan nama yang lebih khas, ya seperti Bandros ini, tapi yang membuat orang langsung ingat ke Sumedang," ujarnya.

Memenuhi permintaan tata kelola birokrasi yang diminta Dony, Ridwan menawarkan manajerial terkait peningkatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) melalui bantuan teknologi informasi (TI). Kepala daerah yang menerapkan sistem itu hanya cukup mengawasi dari layar perangkat digital secara instan.

"Untuk ASN, kami punya sistem e-RK yang bisa memonitor sejauh mana kinerja ASN di Pemkot Bandung. Nanti aplikasinya silakan bawa dan terapkan di Sumedang," katanya, yang menambahkan jika Sumedang merupakan kampung halaman nenek Ridwan. 

Di tempat yang sama, Dony menuturkan jika kunjungan itu sekaligus mengucapkan selamat atas terpilihnya Ridwan Kamil sebagai gubernur sesuai hasil hitung cepat Pilgub Jabar 2018. Melihat keberhasilan sejumlah inovasi di Kota Bandung, Dony ingin mengadopsinya sebagai upaya membangun Sumedang di bawah kepemimpinannya ke depan.

"Saya juga belajar tentang tata kelola pemerintahan Kota Bandung, mulai dari ruang kerjanya, Bandung Command Center, ruang rapat, tips menata pemerintahan dengan IT, hingga dibawa keliling dengan mobil Bandros," ujarnya.

Melalui bantuan TI,  sejumlah perangkat lunak yang telah digunakan dalam pelayanan publik di Kota Bandung akan dimanfaatkan Pemkab Sumedang demi menjadi kota cerdas. Dony menilai sistem pelayanan berbasis TI bisa mempercepat alur komunikasi agar keputusan dan kebijakan bisa ditentukan lebih cepat. 

"Dengan menjadi smart city, warga bisa terlindungi, bisa bahagia, karena terdeteksi jika ada gizi buruk, orang miskin," ujarnya.***

Bagikan: