Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Berawan, 22.4 ° C

Partisipasi Pemilih di Bandung Barat Dekati Target

Hendro Susilo Husodo
HENGKY Kurniaawan (kanan) saat diwawancara di sela syukuran tim Akur di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 28 Juni 2018.*
HENGKY Kurniaawan (kanan) saat diwawancara di sela syukuran tim Akur di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 28 Juni 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Hingga Kamis, 28 Juni 2018 siang, Desk Pilkada Kabupaten Bandung Barat mencatat tingkat partisipasi masyarakat di Pilbup Bandung Barat 2018 sudah mencapai 74,39 persen. Hal itu didasarkan dari jumlah suara yang sudah masuk, yakni sebanyak 861.880 suara dari daftar pemilih tetap berjumlah 1.158.564 orang.

"Sampai sekarang untuk pilbup tingkat partisipasinya 74,39 persen. Jadi, dari jumlah DPT sebanyak 1.158.564 pemilih, suara dari 861.880 pemilih itu sudah masuk datanya. Itu untuk pilbup, termasuk suara yang tidak sah sebanyak 24.120 suara atau 2,8 persen," kata Sekretaris Desk Pilkada KBB Hendra Trismayadi di kantornya, Ngamprah.

Menurut dia, data tersebut tercatat hingga pukul 12.30, yang berasal petugas desk pilkada di wilayah. Data yang sudah masuk dari tingkat kecamatan, kata dia, belum semuanya. Oleh karena itu, dia menilai, tingkat partisipasi masyarakat di Pilbup Bandung Barat 2018 masih akan bertambah lagi. 

"Tingkat partisipasi ini sudah cukup bagus. Untuk tingkat kabupaten, kami menargetkan partisipasi masyarakat sebesar 77 persen. Mudah-mudahan target itu tercapai atau malah melebihi target. Target kami itu sama dengan target pemerintah pusat. Kalau provinsi menargetkan partisipasi masyarakat 77,5 persen (di Pilgub Jawa Barat 2018)," katanya. 

Hendra menyatakan, tingkat partisipasi masyarakat yang sementara ini sebesar 74,39 persen itu patut disyukuri. Pasalnya, pada pilbup sebelumnya tingkat partisipasi masyarakat berada di angka 69 persen. Peningkatan partisipasi masyarakat itu, kata dia, tak terlepas dari kesadaran berdemokrasi pada masyarakat yang semakin tinggi.

"Selain itu, program dan sosialisasi juga terus ditingkatkan. Komisi Pemilihan Umum menjalankan tugasnya untuk menyosialisasikan pada masyarakat, sedangkan desk pilkada masuk di lembaga-lembaga. Peran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga tak bisa diabaikan, karena perekaman e-KTP terus dilakukan ke desa-desa," ucapnya. 

Terkait dengan perolehan suara di Pilbup Bandung Barat 2018 yang telah dihimpun oleh Desk Pilkada KBB, Hendra menyebutkan bahwa pasangan calon Aa Umbara Sutisna-Hengky Kurniawan mengumpulkan 406.734 suara atau 47,19 persen. 

Mereka unggul dari dua paslon lainnya, yaitu Elin Suharliah-Maman Sulaeman Sunjaya yang meraih 190.818 suara (22,14 persen) dan Doddy Imron Cholid-Pupu Sari Rohayati yang memperoleh 240.208 suara (27,87 persen).

Menurut Hendra, Desk Pilkada KBB memiliki mekanisme yang berbeda KPU KBB dalam pengumpulan data rekapitulasi suara. Meski begitu, dia meyakini hasilnya tak akan berbeda. Desk pilkada, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan KPU. 

Yakin menang



Sementara itu, tim pendukung pasangan calon Akur menggelar syukuran di tiga lokasi, yakni di Cisaruq, Cikalongwetan, dan Cipongkor. Menurut Hengky, syukuran itu dilakukan lantaran tim Akur sudah merasa yakin unggul dalam perolehan suara dan keluar sebagai pemenang di Pilbup Bandung Barat 2018

"Sejauh ini kami optimistis dan yakin, karena secara akademis teman-teman PKS juga sudah melakukan pemaparan mengenai perolehan suara, ditambah laporan dari para saksi. Data terakhir sudah 60 persen suara yang masuk, kami masih unggul dengan raihan suara sekitar 45 persen. Makanya, kami berani menyatakan syukur bahwa kami menang, hasil quickcount dan KPU tidak akan berbeda," kata Hengky di sela syukuran di Jambudipa, Cisarua.***

Bagikan: