Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.3 ° C

Hasil Perhitungan KPU Diprediksi Tak Beda Jauh dari Quick Count

Muhammad Irfan

BANDUNG, (PR).- Hasil hitung cepat Pilgub Jabar 2018 yang memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum disinyalir tidak akan berbeda jauh dengan hasil KPU nanti. Pengamat politik Firman Manan menyebut angka Rindu di 32 persen konsisten hingga hari ini dan hasil hitung cepat sudah memotret suara di TPS. 

“Berbeda dengan exit poll yang hasilnya bias karena ketika responden yang baru keluar dari TPS ditanya pilih siapa. Misalnya dia jawab pilih Rindu, kan juga belum tentu, bisa jadi dia nyoblos yang lain," kata Firman, Kamis, 28 Juni 2018.

Alasan lain, kata Firman Manan, hitung cepat lebih nyata dan bisa diandalkan sehingga ketika KPU mengumumkan pemenang Pilgub Jabar 2018 pada 9 Juli 2018 nanti, hasilnya tidak beda jauh. Asalkan hitung cepat itu menggunakan metodologi yang  benar dan kerangka samplingnya juga tepat. 

“Hingga saat ini, KPU Jabar masih menayangkan real count yang angkanya terus bergerak. Walaupun suara yang masuk masih kecil, posisi Rindu masih di posisi teratas. Angka bisa dikatakan stabil jika suara yang masuk diatas 60 hingga 70 persen. Dugaan saya angkanya tidak jauh beda dengan hasil quick count kalaupun ada perbedaan mungkin angkanya kecil sekitar nol koma," ujar dia.

Sambil menunggu hasil rekapitulasi dari KPU, sebaiknya semua pihak menghormati KPU sebagai lembaga yang punya otoritas untuk mengumumkan hasil penghitungan resmi Pilgub Jabar 2018. Selama proses perhitungan, lakukan pengawalan melalui saksi. 

“Jika terjadi perbedaan antara lembaga survei, sebaiknya cek metodologinya, kredibilitas dan rekam jejak lembaga survei tersebut,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan hasil hitung per-TPS yang dilakukan oleh KPU sampai hari Kamis, 28 Juni 2018 pukul 18.50, pasangan Rindu masih unggul 33,11 persen. Di posisi nomor dua ada pasangan Sudrajat-Syaikhu dengan 26,92 persen berselisih tipis dengan pasangan Deddy Mizwar di Dedi Mulyadi dengan 26,53 persen dan pasangan Tb Hasanudin-Anton Charliyan di angka 13,42 persen. 

Adapun jumlah suara yang masuk sudah 28,93 persen atau 21.719 dari total 74.954 TPS.

Selisih suara



Adapun peluang yang kalah dalam Pilkada ini masih diberi peluang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).  Berdasarkan UU Pemilu , bagi yang merasa suaranya kalah, Pasal 158 UU Pemilu, memungkinkan pengajuan gugatan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Untuk Pilkada Provinsi, UU mengatur provinsi dengan jumlah penduduk kurang dari dua juta maka maksimal selisih suara dua persen, sementara provinsi dengan jumlah penduduk dua juta sampaj enam juta maka maksimal selisih suara 1,5 persen. Provinsi dengan jumlah penduduk enam juta 12 juta maka maksimal selisih suara 1 persen, dan provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 12 juta maka maksimal selisih suara 0,5 persen.

Jika berdasarkan UU ini, gugatan Pilgub Jabar 2018 bisa dikakukan jika selisih suara berada di angka 0,5 persen. Karena penduduk Jabar berjumlah sekitar 48 juta jiwa.

Dalam Pilkada Serentak 2016, dari ratusan pilkada, hanya 7 pilkada yang diputus oleh MK. Ratusan permohonan lainnya yang diajukan kandas karena tidak memenuhi syarat sesuai Pasal 158 di atas.***

Bagikan: