Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Badai petir, 21.1 ° C

Wali Kota Bandung Akan Pilih Sekda Baru

Muhammad Fikry Mauludy
BALAI Kota Bandung

BANDUNG, (PR).- Proses pemilihan Sekretaris Daerah Kota Bandung tinggal tersisa sejumlah tahapan. Setelah dipilih Wali Kota Bandung, nama Sekda terpilih masih harus dikoordinasikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Dalam Negeri.

“Nanti wali kota memilih satu nama. Sebelum ditetapkan, dikoordinasikan dulu ke provinsi sesuai PP 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, tata cara pemilihan JPTP (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama). Jawaban dari provinsi nanti disampaikan kepada wali kota, dan masih ada tahapan izin ke mendagri,” tutur Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung, Atet Dedi Handiman, saat dihubungi, Rabu, 27 Juni 2018.  

Akhir Mei kemarin, Panitia Seleksi (Pansel) JPTP di Lingkungan Pemkot Bandung telah merilis hasil akhir Seleksi Terbuka JPTP Sekda Kota Bandung. Tim Pansel menetapkan tiga nama untuk diajukan kepada Penjabat Sementara Wali Kota Bandung selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) karena wali kota tengah cuti.

Ketiga nama tersebut adalah Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Mohamad Salman Fauzi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar.

Ia menjelaskan, ketiga orang tersebut telah melewati serangkaian proses seleksi, yaitu seleksi administrasi, seleksi kompetensi bidang, seleksi kompetensi manajerial, dan wawancara akhir. Ada lima hal yang menjadi bahan pertimbangan PPK untuk memilih Sekda definitif, yakni kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi bidang, kompetensi sosiokultural, dan rekam jejak. Ketiga orang yang lolos, masing-masing memiliki keunggulan kompetensi masing-masing.

“Walaupun mereka masuk tiga besar, tetapi nilainya berbeda,” ujar Atet.

Seperti dilansir laman bandung.go.id, secara administratif Ema memperoleh nilai tertinggi yaitu 88. Sementara pada uji gagasan tertulis, Salman berada di peringkat pertama dengan nilai 79,14. Sedangkan Benny unggul pada seleksi kompetensi manajerial dengan nilai 81,818.

“Keputusan kemudian menjadi hak prerogatif Pak Wali Kota. Walaupun di pengumuman 3 besar tidak menggunakan nilai, tapi Pansel memberikan gambaran itu, inilah kekurangan (calon sekda) dan kelebihannya, itulah yang dikoordinasikan dengan provinsi,” ujarnya.

Selain berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, PPK juga akan mempertimbangkan hasil rekomendasi dari lembaga-lembaga tertentu terkait rekam jejak dan integritas calon Sekda. Tim Pansel yang diketuai oleh Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja juga telah melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Jika PPK telah menetapkan satu nama untuk menjadi Sekda, maka tahapan selanjutnya Pemerintah Kota Bandung harus meminta izin kepada Kemendagri untuk melantik Sekda. “Karena pelantikan ini masih dalam kondisi Pilkada, jadi kita perlu mendapat izin tertulis dari Kemendagri,” ujar Atet.

Atet belum bisa memprediksi waktu proses penetapan dan pelantikan itu. Meski begitu, proses ini diharapkan bisa tuntas dalam masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung yang saat ini dijabat oleh Dadang Supriatna.

“Masa jabatan Pj Sekda itu sampai maksimal 2 Juli 2018. Kita berharap bisa tuntas segera. Jadi tugas Pak Pj Sekda selesai dan kita sudah punya sekda baru di waktu yang tepat,” tuturnya.***

Bagikan: