Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

Stabilitas Pangan Ciptakan Kondusivitas Politik

Ecep Sukirman

BANDUNG, (PR).- Stabilitas harga pangan yang terjaga pada momen menjelang hingga pasca-Idulfitri, dinilai sebagai keberhasilan yang dicapai pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pencapaian ini menurut pengamat dan pelaku usaha, jelas berkontribusi menciptakan kondusifitas politik sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik ke depan. 

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang melalui keterangan resminya yang diterima “PR” pada Jumat, 22 Juni 2018 memandang, stabilitas pangan ini timbul dikarenakan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat sejak lebih dari tiga bulan yang lalu.

Sarman mengatakan, stabilnya harga pangan dikarenakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan RI yang dibantu Satgas Pangan, proaktif memantau pendistribusian berbagai barang kebutuhan pokok. Dengan demikian, aliran distribusi menjadi lancar dan isu terkait kekurangan bahan pokok bisa diminimalkan. 

Dampak akhirnya, harga pun menjadi tidak bergejolak. “Kita harus mengapresiasi kinerja itu, termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan,” tutur dia.

Pemantauan rutin yang dilakukan pemerintah, dikatakan Sarman, diyakini pula menggerus upaya mafia pangan yang kerap memanfaatkan momentum Lebaran mencari keuntungan berlebih. Terlebih Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, beserta Bulog gemar melakukan operasi pasar guna yang dilihat efektif menekan harga.

“Kalau demand dan supply itu seimbang, kita yakin bahwa harga tidak bergejolak. Kita lihat hasilnya saat ini bahwa ketika menjelang Lebaran harga-harga bahan pokok itu pada posisi stabil. Stabil bukan berarti tidak naik,” tutur Sarman.

Sarman mengapresiasi pola komunikasi Menteri Perdagangan, Enggatiasto Lukita yang kerap memanggil para importir untuk memastikan izin dan penyaluran agar sesuai. Langkah ini dianggap mampu menghilangkan mafia-mafia importir yang kerap menyalahgunakan izin impornya.

Melalui dialog dengan para importir tersebut, kementerian jadi bisa mengetahui total berapa izin impor yang didapat para importir. Dari sana, langkah selanjutnya bisa ditanyakan volume pendistribusian barang yang sudah impor kepada masyarakat.

Jika ada yang tidak tepat sesuai, bisa segera diketahui dan ditindak. Dikombinasikan dengan pemantauan yang rutin, stok di pasar menjadi kian terjaga.

“Menteri perdagangan itu sering sekali memanggil berbagai asosiasi untuk menjaring para importir. Importir daging sering diundang, importir bawang diundang juga. Importir buah-buahan diundang juga. Jadi, memang ini yang harus selalu dilakukan ke depan,” ujar Sarman yang juga Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) ini.

Berpengaruh pada kualitas SDM



Hal senada diungkapkan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth. Dikatakan dia, keadaan ini membuat stabilitas politik sekarang cukup terjaga sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Kondisi ini, menurut dia, adalah sebuah kemajuan yang selayaknya perlu diapresiasi semua pihak.

Kemajuan di sektor pangan yang mampu meredam gejolak kenaikan harga komoditas pangan, khususnya pada saat menjelang hingga pasca-Idulfitri, menurut Adriana harus diakui sebagai sebuah keberhasilan di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan dari pemerintah sekarang. Itu harus diakui adanya,” kata Adriana.

Ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai diakui Adriana pun berpengaruh menentukan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial politik sebagai prasyarat untuk melaksanakan pembangunan.

Terkait fluktuatifnya harga, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri di kesempatan berbeda mengatakan, pasokan bahan pangan pasca lebaran tahun ini relatif aman. Abdullah mengatakan, pasokan pangan masih terus disuplai ke pasar-pasar tradisional. 

Menurut dia, selama ini belum ada kendala untuk ketersediaan bahan pangan, kecuali ayam potong yang pasokannya tidak banyak.

Bagikan: