Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Berawan, 22.4 ° C

Ginan Koesmayadi Sosok yang Menginspirasi

Muhammad Irfan
RIDWAN Kamil menjadi imam salat jenazah Ginan Koesmayadi di rumah duka di Jalan Dr. Slamet, Kota Bandung, Jumat 22 Juni 2018.*
RIDWAN Kamil menjadi imam salat jenazah Ginan Koesmayadi di rumah duka di Jalan Dr. Slamet, Kota Bandung, Jumat 22 Juni 2018.*

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung kehilangan salah satu warga terbaiknya. Dia adalah Derajat Ginan Koesmayadi, pendiri Rumah Cemara, komunitas yang bergerak dalam pembinaan dan advokasi Orang dengan HIV-AIDS (ODHA). Ginan Koesmayadi meninggal dunia di Rumah Sakit Advent Bandung pada Kamis, 21 Juni pukul 21.00 WIB.

Bagi Wali Kota Bandung nonaktif Ridwan Kamil, Ginan Koesmayadi adalah sosok yang menginspirasi. Dia yang melayat dan memimpin salat jenazah di rumah duka di Jalan Dr. Slamet, Kota Bandung, Jumat 22 Juni 2018 menyebut, inspirasi itu juga terasa untuk dia.

"Almarhum adalah warga Bandung yang menjadi inspirasi buat saya. Salah satu anak muda yang selalu memberi ilmunya, tentang mencintai manusia, semangat Rumah Cemara sesama manusia luar biasa," ujar Ridwan Kamil sambil meneteskan air mata.

Ridwan Kamil tak menyangka, pemuda Bandung berusia 38 tahun itu akan meninggal lebih cepat. Menurut dia, Ginan Koesmayadi merupakan sosok panutan anak muda, seorang aktivis yang terus menyemangati ODHA.

"Solidaritas kemanusiaannya luar biasa, aura kegembiaraannya di mana pun dia hadir luar biasa, semangat pantang menyerah. Tiga nilai sederhana itulah justru saya belajar dari Ginan," ucap Ridwan Kamil.

Pengaruh



Dia menyatakan, bertemu Ginan Koesmayadi dua pekan lalu guna membahas persiapan boxing festival, salah satu agenda komunitas Rumah Cemara dalam bidang olah raga. Namun, pertemuan itu tak disangka menjadi yang terakhir untuk merumuskan gagasan.

"Gagasan dia menyalurkan rasa kebanggan dan pantang menyerah. Saya dukung terus dan dihubungkan situasi saya kalau saya terpilih, teori Ginan akan saya pakai ke mana-mana," kata Ridwan Kamil.

Ginan Koesmayadi adalah aktivis mantan pecandu narkoba yang pada 2003, bersama teman-temannya mendirikan Rumah Cemara yang gencar menyuarakan peningkatan kualitas hidup ODHA, kaum marjinal, dan mantan pecandu narkoba.

Pria yang selalu bersemangat memperjuangkan kaum marginal itu juga sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang Homless World Cup 2011. Sepak bola memang menjadi metode khas kampanye Rumah Cemara dengan menyuarakan slogan Indonesia tanpa Stigma.***

Bagikan: