Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Polisi Tangkap Tiga Terduga Teroris di Padalarang dan Lembang

Hendro Susilo Husodo
RUMAH yang dikabarkan menjadi lokasi penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 Antiteror Polri berada di Kampung Tipar Timur, RT 3, RW 10, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 20 Juni 2018.*
RUMAH yang dikabarkan menjadi lokasi penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 Antiteror Polri berada di Kampung Tipar Timur, RT 3, RW 10, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu 20 Juni 2018.*

NGAMPRAH, (PR).- Tiga terduga anggota jaringan teroris dikabarkan telah ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Padalarang dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 19 Juni 2018. Dari tiga orang itu, salah seorangnya diketahui sebagai warga Cimahi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga orang itu ialah F (27), R (33), dan MN (17). Mereka ditangkap karena diduga akan melancarkan aksi teror di Polres Kebumen, Jawa Timur. R dan MN ditangkap di Kampung Tipar Timur, RT 3, RW 10, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang.

Ketua RW setempat, Ruswandi membenarkan bahwa telah terjadi penangkapan di sebuah rumah di daerahnya. Meski begitu, dia tidak tahu secara pasti penangkapan dua orang terduga teroris itu karena saat penangkapan dilakukan dia sedang bekerja.

"Kabarnya memang ada dua orang yang ditangkap, tapi mereka bukan warga sini. Kedua orang itu adalah tamu di sebuah vila yang ada di sini. Namun, sewaktu penangkapan, saya sedang tidak ada di rumah. Saya sedang bekerja," kata Ruswandi yang bekerja sebagai petugas keamanan, Rabu 20 Juni 2018.

Penjaga vila tersebut, Kusmianto (53) yang biasa dipanggil Wawan juga membenarkan bahwa ada dua orang yang ditangkap polisi. Menurut dia, pada malam takbiran lalu pemilik vila beserta istri dan anaknya datang ke vila.

Adik dari istri pemilik vila itu, kata dia, kemudian membawa dua orang temannya ke villa. "Dua orang itu baru pertama kali datang ke sini. Cuma dua hari di sininya, itu juga dibawa oleh adiknya ibu. Ibunya juga was-was, kenapa dua orang ini dititipkan di sini," katanya.

Ketika penangkapan dilakukan, Wawan tidak melihatnya secara langsung karena tengah berada di rumahnya. "Saat orang-orang pergi, saya ke rumah ini. Pintu sudah terbuka dan barang-barang sudah acak-acakan. Kalau kata ibu (pemilik vila), yang diambil cuma laptop," katanya.

Di rumah makan



Seorang terduga teroris lainnya, yaitu F yang tak lain merupakan adik istri pemilik vila, dikabarkan ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di rumah Makan Sangkan Hurip 2 di kawasan Punclut, Lembang. Salah satu karyawan restoran, Rizha Putera (23) menyebutkan bahwa penangkapan itu terjadi sekitar pukul 13.00.

"Ya, kemarin (19 Juni 2018) ada yang ditangkap, sewaktu dia lagi wudu. Dia datang banyakan, sepertinya bersama keluarganya. Namun, yang ditangkapnya memang cuma satu orang," katanya.

Manajer Rumah Makan Sangkan Hurip, Adiana Jujur Ruhyat mendapatkan informasi mengenai penangkapan terduga teroris dari karyawannya pada Selasa 19 Juni 2018 siang.

"Pokoknya, dari informasi yang saya dapatkan dari beberapa karyawan, proses penangkapannya itu cepat sekali. Petugas langsung menyergap di musala saat dia sedang wudu. Dia lalu dibawa ke mobil," ujarnya.

Pemilik rumah makan, Rodiah (50) mengatakan bahwa peristiwa penangkapan terduga teroris itu terjadi di musala. Kebetulan, kata dia, saat itu dia sedang melaksanakan salat zuhur.

"Saat rakaat pertama, saya mendengar ada suara sedikit ribut. Saya dengar di samping saya ada yang ngomong, 'Cepat, cepat salatnya! Itu si F dibawa,' begitu," katanya.

Rodiah sempat menyangka bahwa penangkapan itu merupakan peristiwa penculikan terhadap anak kecil. "Di musala juga banyak orang. Saya kira ada anak kecil yang mau diculik. Waktu itu banyak yang panik," ujarnya.***

Bagikan: