Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Puncak Arus Balik di Nagreg Diprediksi 19-20 Juni 2018

Ecep Sukirman

SOREANG, (PR).- Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus balik Lebaran 2018 yang melewati jalur Nagreg, akan terjadi pada interval Selasa 19 Juni 2018 hingga Rabu 20 Juni 2018. Hal itu dipengaruhi segera berakhirnya cuti bersama Idulfitri 1439 H/Lebaran 2018 pada Rabu, 20 Juni 2018.

Kepala Seksi Promosi dan Kemitraan Keselamatan pada Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo mengatakan, selain mulai kembalinya para pemudik dari arah Jawa Tengah melalui jalur Lingkar Nagreg ini, penambahan kendaraan menuju Bandung pun turut dipengaruhi kembalinya pemudik lokal dan kendaraan wisatawan yang menghabiskan liburannya di daerah Pantai Pangandaran ataupun Cipanas Garut. Dengan demikian, terdapat penambahan jumlah kendaraan yang melintasi jalur selatan Jawa Barat ini.

“Kami memprediksi hari ini akan terjadi puncak arus balik lebaran, meskipun hal itu masih tentatif. Perkiraan puncak arus balik ini berdasarkan segera berakhirnya cuti lebaran dan korelasi frekuensi kendaraan dari arah timur (Garut) menuju barat (Bandung) terus meningkat. Penambahan jumlah kendaraan pun dipengaruhi mulai kembalinya pemudik lokal dan kendaraan para wisatawan yang berlibur dari beberapa lokasi wisata seperti Pantai Pangandaran dan Cipanas Garut,” ungkap Eric saat dikonfirmasi, Selasa 19 Juni 2018.

Masih dikatakan Eric, terus mengalirnya arus kendaraan dari arah Garut menuju Bandung ini disebabkan adanya rekayasa lalu lintas yang dilakukan di sekitar Tasikmalaya dan Garut. Hal itu dikarenakan di lokasi tersebut terjadi penumpukan kendaraan sehingga dilakukan rekayasa satu arah (one way) dari Tasikmalaya menuju Bandung. Sedangkan kondisi arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Garut, terpantau lancar.

Sendatan Kendaraan



Dari pengamatan di lapangan, kondisi arus lalulintas di exit Lingkar Nagreg di Kampung Pamucatan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung, terpantau padat lancar. Kendaraan pemudik didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Banyaknya kendaraan pemudik yang singgah membeli oleh-oleh sekitar exit Lingkar Nagreg dan beberapa rumah makan di Jalan Nagreg ini, menyebabkan laju kendaraan menuju Bandung, melambat hingga kecepatan 10-20 km/jam.

Selepas rumah makan dan kios oleh-oleh, kecepatan kendaraan menuju Cileunyi rata-rata bisa mencapai 60-70 km/jam. Untuk meminimalisir sendatan kendaraan menuju Bandung yang disebabkan banyaknya pemudik yang singgah ke rumah makan dan membeli oleh-oleh, beberapa personel Dishub Kabupaten Bandung dan kepolisian berjaga-jaga di lokasi tersebut. Hal itu dilakukan agar parkir pemudik tidak sampai menghalangi jalur balik dari Jalan Lingkar Nagreg tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pos Hitung Dishub Kabupaten Bandung hingga pukul 10.00, jumlah kendaraan dari arah timur menuju Bandung sebanyak 27.386 unit. Kendaraan pemudik didominasi sepeda motor dan mobil pribadi. Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk Gerbang Tol Cileunyi mulai pukul 9.00 hingga pukul 11.00 sebanyak 3.945 unit dari 8 pintu tol yang dioperasikan.

“Kami berkoordinasi dengan Polres Bandung memperkecil pergerakan gangguan samping di dua jalur tersebut. Kami berupaya memperkecil ruang gerak crossing agar arus kendaraan dari timur ke barat tidak terkendala. Kami mengimbau pemudik untuk selalu berhati-hati selama di perjalanan,” kata Eric.***

Bagikan: