Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Rintisan Toko Tani Indonesia Centre Diharapkan Sejahterakan Petani

Ririn Nur Febriani
Pelaksanaan Bazaar Pangan Segar sebagai rintisan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di kantor Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Jumat 8 Juni 2018.*
Pelaksanaan Bazaar Pangan Segar sebagai rintisan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di kantor Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Jumat 8 Juni 2018.*

CIMAHI, (PR).- Dalam upaya pengembangan Cimahi Agri Market, Pemkot Cimahi menggagas Rintisan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) lewat bazaar pangan. Hal itu menjadi upaya penyediaan kebutuhan masyarakat serta memangkas rantai distribusi pasokan pangan sehingga petani dapat memiliki keuntungan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Huzen Rachmadi, mengatakan, rintisan TTIC dikelola Kelompok Tani Nasional Andalan (KTNA) Cimahi dibawah binaannya. "Kita sudah uji coba sebanyak 3 kali bazaar, ingin melihat dulu potensi pasar yang ada sambil menjalin kerjasama dengan komunitas petani sebagai pemasok bahan pangan," ujarnya, Minggu 10 Juni 2018.

Kegiatan bazaar diantaranya dilakukan di Kecamatan Cimahi Selatan dengan menyediakan komoditas pangan jenis beras, sayur mayur, dan daging beku. Bazaar lainnya digelar di lingkungan Pemkot Cimahi. 

Dalam bazaar tersebut, komoditas beras dijual per 5kg dengan harga Rp 8.800/kg, minyak goreng Rp 11.000/900 ml, bawang putih Rp 22.000/kg, bawang merah Rp 21.000/kg, serta sayuran brokoli, wortel hingga cabe merah keriting. Pelaksanaan bazaar akan melihat kecenderungan komoditas yang digemari masyarakat.

TTIC sebagai sarana atau wadah Gapoktan, supplier, produsen pangan pokok dan strategis untuk memasarkan komoditas hasil produksi pertanian. "Jika pangsa pasar menjanjikan, Pemkot Cimahi bakal menetapkan TTIC secara permanen," katanya.

Keberadaan TTIC diharapkan mampu memangkas mata rantai distribusi komoditas pangan yang dipasarkan langsung melalui TTIC ke konsumen sehingga harga dapat selalu dikendalikan lebih rendah daripada harga pasar pada umumnya.

"Kota Cimahi walaupun tidak punya pertanian tapi bisa menjual dengan harga murah. Kita bekerjasama dengan asosiasi petani di daerah sekitar sebagai penyuplai untuk mendatangkan bahan pangan ke Cimahi. Sehingga diharapkan petani menjual mahal atau dapat untung dan pembeli bisa membeli murah karena rantai distribusinya lebih sedikit," ungkapnya.

Diakui, sasaran utama terutama warga kurang mampu. "Untuk awal kita berlakukan secara umum dulu," ucapnya. 

Kegiatan tersebut terutama untuk meningkatkan daya beli dan menjaga stabilitas pasokan sehingga diharapkan dapat menekan inflasi. Pihaknya mengupayakan bazaar akan digelar secara rutin.

"Akan diupayakan digelar di tempat pusat kegiatan masyarakat seperti kelurahan kecamatan hingga alun-alun untuk menjangkau masyarakat lebih luas," katanya.

Meski masih tergantung pada pasokan dari daerah penghasil, lanjut Huzen, pihaknya tetap mendorong petani Kota Cimahi meningkatkan produksi dengan harapan ke depan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kami beri informasi soal upaya pengendalian hama dengan tanam padi serempak, bantuan alat pertanian, pupuk dan bibit unggul, serta menyelenggarakan sekolah lapang pertanian yang melakukan pembinaan pertanian langsung dengan cara praktik lapangan," ungkapnya.***

Bagikan: