Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Pembangunan Flyover Padasuka Cimahi Terhenti 21 Hari

Ririn Nur Febriani
KERETA api melintas di bawah flyover yang belum selesai dibangun di Kelurahan Padasuka Kota Cimahi, Kamis 7 Juni 2018. PT Kereta Api Indonesia meminta penghentian sementara pembangunan lanjutan flyover Padasuka selama arus mudik-balik mulai tanggal 5-26 Juni 2018.*

CIMAHI, (PR).- PT KAI Daop II meminta selama mudik Lebaran 2018 tidak ada aktivitas pembangunan di sekitar rel kereta api. Salah satu yang kena imbasnya ialah pembangunan lanjutan jalan layang atau flyover Padasuka terhenti selama 21 hari.

Sisa kegiatan harus tuntas sesuai target, namun dikhawatirkan meleset hingga terpaksa perpanjangan waktu pengerjaan. 

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Cimahi Ahmad Nuryana, di Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Kamis 7 Juni 2018.

"Ada surat dari PT KAI Daop II, 5-26 Juni 2018 tidak boleh ada kegiatan di sepanjang rel KA karena peningkatan trafik perlintasan kereta api saat mudik. Semua kegiatan pembangunan dihentikan selama 21 hari, karena jalan layang memang tepat melintasi rel KA. Ini dua kali mengalami hal tersebut," ujarnya.

Proyek warisan mantan Wali Kota Cimahi Atty Suharti itu dimulai September 2016 dan ditargetkan rampung Desember 2016. Namun, target meleset dengan berbagai kendala termasuk pelarangan PT KAI agar tidak ada aktifitas pembangunan di sekitar rel kereta api saat libur tahun baru 2017 hingga akhirnya baru bisa dilanjutkan saat ini.

Proyek kini sedang dalam pengerjaan oleh kontraktor PT Manggala Duta domisili Bekasi selaku pemenang tender. Masa pekerjaan berlangsung 90 hari berlangsung sejak penandatanganan kontrak pada 24 April hingga Juli 2018.

Saat ini, pembangunan yang sudaj terlaksana mencapai 70%, dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 13 miliar-14 miliar. Penyelesaian pembangunan mencapai anggaran Rp 2,462 miliar.Menurut Ahmad, sebelum kegiatan terhenti pada 5 Juni 2018 lalu, pengerjaan di lapangan yang sudah selesai diantaranya pemasangan gilder, pengecoran lantai sepanjang 10 meter untuk dua lajur kiri-kanan. "Tinggal diafragma di beberapa segmen seperti ujung dan tengah, sebagai pengikat gildee agar tidak goyang," ucapnya.

Selama kegiatan terhenti di lapangan, lanjut Ahmad, kontraktor tetap meneruskan pekerjaan pabrikasi. "Misalnya penyiapan pembesian reiling, PJU, pagar.

Sehingga tidak kelihatan kerja di lokasi tapi tetap ada pekerjaan yang dilakukan," imbuhnya.

Hitungan kasar jika reiling sudah siap maka kontraktor hanya butuh waktu sekitar seminggu untuk pemasangan. "Kalau hitungan 1 minggu beres tapi kadang tidak bisa. Persiapan justru lama seperti kemarin menunggu persetujuan PT KAI untuk pekerjaan karena hanya diberi waktu 3 jam dimulai pukul 12 malam. Jadi selama pengerjaan kemarin tidak bisa siang dilakukan, menunggu tengah malam saat sudah tidak ada jadwal perlintasan KA," ungkapnya.

Target waktu harus dicapai



Meski demikian, pihaknya meminta   kontraktor bisa menyelesaikan sesuai target waktu. "Sebelumnya kami harapkan minimal lebaran ini bisa dilintasi orang, tapi ternyata terkendala pelarangan tersebut.

Jangan sampai ada perpanjang waktu, tapi kalau memang tidak sanggup maka perpanjangan waktu bisa dilakukan dengan dasar surat dari PT KAI," katanya.

Jika badan jalan layang sudah rampung, pihaknya bakal menata fasilitas penunjang. Terutama akses jalan menuju Flyover Padasuka. 

"Kami koordinasi dengan Dishub, akan melakukan rekayasa lalu lintas dan disampaikan ke masyarakat," jelasnya.

Pada jalan yang jadi jalur utama dari Jenderal Amir Mahmud dan akses jalan layang memang harus diperhatikan. "Marka jalan, rambu,  termasuk struktur jalan harus baik," katanya.

Pembuatan flyover dengan lebar 9 meter yang terbagi untuk badan jalan 7 meter dan bahu jalan masing masing 1 meter serta mempunyai panjang sekitar 67 meter ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalan utama Jenderal Amir Machmud. 

Untuk kekuatan jalan, beban kendaraan yang bisa lewat seberat 15 ton. Namun karena jalan tersebut terdapat di pemukiman warga, maka pihaknya akan memberlakukan pembatasan tonase kendaraan juga penambahan rambu lalu lintas.

Pihaknya juga sudah melakukan pelebaran jalan pada akses menuju jalan layang. "Bahkan kantor RW di lokasi sudah dipindahkan, ya  masyarakat ikut dukung," tuturnya.***

Bagikan: