Pikiran Rakyat
USD Jual 14.433,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Stok Mencukupi, Harga Beras Stabil Hingga Lebaran

Ririn Nur Febriani
KEPALA Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Bismark (tengah) melakukan pemeriksaan kualitas beras yang ada di Gudang Bulog Cimahi Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi, Rabu 6 Juni 2018. Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) tersedia, juga mengantisipasi terjadi penimbunan pangan.*
KEPALA Bidang Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Bismark (tengah) melakukan pemeriksaan kualitas beras yang ada di Gudang Bulog Cimahi Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi, Rabu 6 Juni 2018. Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) tersedia, juga mengantisipasi terjadi penimbunan pangan.*

CIMAHI, (PR).- Menjelang Lebaran 2018, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang bahan kepokmas di Kota Cimahi, Rabu 6 Juni 2018. Selain memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) tersedia, Disperindag Jabar juga mengantisipasi terjadi penimbunan pangan.

Tim Disperindag Jabar didampingi dinas terkait Pemkot Cimahi melakukan sidak ke Gudang Bulog Cimahi di Jln. Mahar Martanegara dan gudang minyak goreng kemasan di Jalan Sangkuriang-Citeureup.

Kabid. Perlindungan Konsumen Disperindag Jabar Bismark menyatakan pihaknya turun ke lapangan sebagai bentuk pengawasan ketersediaan bahan pangan di pasaran. "Kemarin kita ke Kab. Bandung Barat, sekarang Cimahi. Kita pengawasan kapanpun dilakukan. Tapi sekarang menjelang hari besar keagamaan Hari Raya Idul Fitri 2018 dilakukan monitoring stok termasuk kualitas barang yang dijual," ujarnya.

Hasil pantauan di Gudang Bulog Cimahi, pihaknya meyakini ketersediaan beras untuk kebutuhan wilayah Kota Cimahi-Kab. Bandung Barat mencukupi. "Masih ada stok, cukup banyak. Dari lokal ada, beras impor juga sudah masuk diantaranya Thailand dan Vietnam, cukup lah untuk kebutuhan selama 5-6 bulan ke depan," ungkapnya.

Melimpahnya stok beras saat ini dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat yang membuka impor beras masuk ke Indonesia. "Kalau beberapa waktu belakang sangat kesulitan stok dan harga mahal. Tapi dengan kedatangan beras impor harga jadi stabil dan stok berlimpah," tuturnya.

Dengan stok mencukupi, diharapkan harga beras akan stabil hingga lebaran. "Kalau import ada masa harga beras naik terus? Habis dong beras lokal. Ya kalau mau lebaran harga naik sedikit masih wajar lah, yang penting petani sejahtera jangan terlalu murah harga serap gabahnya," ujarnya.

Diakui, harga beras di pasaran masih diatas harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 9.450/kg. "Nanti juga turun lah. Katanya akan ada HET baru menyesuaikan harga di pasaran setelah ada beras impor," ucapnya.

Untuk ketersediaan minyak goreng, sejumlah gudang menyatakan stok aman. "Kemarin kita periksa gula, minyak goreng relatif cukup. Tapi karena kendaraan besar sekarang sudah tidak bisa melintasi jalur mudik maka diharapkan stok yang da di tiap daerah mencukupi untuk kebutuhan," ungkapnya.

Selain itu, salah satu fungsi pengawasan dilakukan yakni sebagai langkah mengantisipasi terjadinya penimbunan. "Jangan sampai ada penimbunan, akan kami laporkan tidak ada urusan. Tiap daearah juga harus aktif mengawasi dan lapor ke provinsi," katanya.***

Bagikan: