Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Tak Kalah Khidmat, Begini Prosesi Pernikahan Pasangan Tunarungu-wicara

Eriyanti Nurmala Dewi

INGIN tahu bagaimana prosesi pernikahan difabel khususnya tunarungu-wicara (TRW)? Bagi sebagian kalangan peristiwa ini mungkin unik karena prosesi pernikahan yang sakral dapat berlangsung karena adanya pemandu wicara saat pasangan mengucapkan ijab kabul. Peristiwa unik sekaligus mengharukan inilah yang berlangsung Senin 7 Mei 2018 di Pendopo Kota Bandung, Jln. Alun-alun Timur Bandung, saat delapan pasang difabel menikah. 

Ridwan dan Dea adalah pasangan TRW, karena kehendak yang Maha Kuasa keduanya di pelaminan Mimbar Hiburan Amal Bagi Dhuafa (MHABD) ke-29. "Saya senang dan bangga karena dinikahkan seperti ini, berangkat sini juga dari hotel," ujar Dea dibantu pemandu wicaranya.

Pernikahan pasangan difabel dimulai dengan akad nikah simbolik yang dilakukan Ridwan dengan perwakilan orangtua Dea. Sighat taqlik diucapkan Ridwan sambil menjabat tangan wali pasangannya dibarengi mata memandang pemandi wicara yang menggerak-gerakkan tangannya sebagai bahasa isyarat.

Meski dengan serba keterbatasan, prosesi ini berlangsung lancar dan semua hadiri merasa lega karena mempelai tidak harus mengulang. Pernikahan difabel ini merupakan bagian dari acara MHABD ke-29. Tujuh pasangan lainnya melaksanakan akad di bagian dalam Pendopo Walikota Bandung.

Urunan banyak pihak



Ketua MHABD 29 Perry Tristianto mengatakan, ini moment sangat luar biasa. Semua undangan terharu bukan karena menikahkan para difabel tapi urunan-nya para pengusaha, instansi perusahaan, perbankan, para profesi serta seluruh panitia dalam membahagiakan para dhuafa menjelang Ramadhan.

"Bandung itu memang luar biasa, soliditas masyarakatnya, kekompakannya, semua ikut andil ingin membahagiakan para dhuafa. Semoga ini menjadi contoh," tutur Perry.

Selain pernikahan dhuafa, acara ini adalah momen membagikan 1.000 bingkisan bagi para lansia, pasukan kuning, kalangan tidak mau, anak yatim piatu yang semuanya dhuafa. Selain mendapat paket masyarakat juga menerima uang bantuan. Untuk semua dana bantuan yang terkumpul mencapai lebih dari tiga ratus juta dan murni dari masyarakat yang ingin berbagi. "Tidak ada dari kontestan partai politik mana pun. Ini murni kegiatan sosial, murni berbagi kebahagiaan," ujar Perry.

Para dhuafa ini digembirakan dengan panggung hiburan. Hadir Ayuni veat Tiganama, teh Rika Rafika, Lina Hara, dan Bimbo yang merayakan hari jadinya yang ke-51 tahun. Group Bimbo kata penggagas MHABD Adjie Esa Poetra termasuk artis yang mendukung MHABD. MHABD hadir karena kepedulian masyarakat Bandung, pengusaha, artis, seniman, juga media terhadap masyarakat kurang beruntung di kota Bandung. Acara ini digelar tiap menjelang tibanya Ramadhab sebagai bentuk upaya menggembirakan para dhuafa. MHABD tahun ini merupakan yang ke 29 tahun.***

Bagikan: