Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 21.6 ° C

Oded-Yana Ngabotram dalam Munggahan Akbar

Muhammad Fikry Mauludy

BANDUNG, (PR).- Pasangan calon Oded M Danial-Yana Mulyana mengisi jadwal kampanye akbar dengan makan bersama warga atau ngabotram, di Stadion Sidolig, Bandung, Minggu, 6 Mei 2018. Ribuan warga telah mengikuti rangkaian acara yang dimulai dengan senam pagi.

Mereka duduk di tengah lapang untuk ngabotram dengan bekal yang sudah dipersiapkan. Bersama Oded dan Yana serta petinggi partai pengusung, warga ngabotram sambil dihibur oleh sejumlah penampil seperti rapper Ebith Beat A dan lainnya.

Panggung juga diisi oleh orasi ajakan mendukung Oded-Yana dari sejumlah tokoh, termasuk istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Netty Heryawan. Tema kampanye ini adalah Ngabotram dalam Munggahan Akbar.

“Karena sebentar lagi kita kedatangan tamu agung, yaitu bulan Ramadan, bulan suci umat Islam. Bulan Ramadan ini sudah banyak jadwal tarawih keliling, subuh berjamaah. Artinya bulan Ramadan padat, meskipun bukan kampanye,” tuturnya.

‎Usulan tema itu diberikan Oded setelah berkampanye selama dua bulan berkeliling Kota Bandung. Ia merasa selalu disambut baik warga, dan diajak ngaliwet bersama untuk membongkar batasan antara pemimpin dengan warganya.

Bahkan, kata Oded, warga sendiri yang menyediakan makanan, tanpa dibantu biaya dari tim Oded-Yana.

“Selama keliling saya melihat ada sebuah indicator masyarakat ingin ketemu pemimpin dan duduk bersama,” ujar politikus senior PKS itu.

Yana menambahkan, jika terpilih ke depan mereka akan mengedepankan komunikasi, silaturahim, kolaborasi, dan gotong royong bersama warga. Dengan cara itu Pemkot Bandung bisa mengajak warga berperan aktif membangun kota.

“Dari acara ini saya melihat ada suatu kebersamaan. Kita bisa gotong royong. Kita akan terus silaturahim sama warga,” ujarnya.

Netty Heryawan, mengajak masyarakat agar mendukung pasangan Oded-Yana. “Untuk menghadirkan kemajuan harus percayakan pada Mang Oded dan Kang Yana. Saya lihat Mang Oded tipe kepemimpinan egaliter dengan siapapun, birokrasi tidak mengambil jarak. Mang oded juga bisa menghadirkan pembangunan di Kota Bandung, menyelarasakan dengan pemerintah provinsi,‎” ujar Netty.***

Bagikan: