Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Jalan Braga untuk Zona Parkir Nontunai

Muhammad Fikry Mauludy

BANDUNG, (PR).- Jalan Braga dijadikan Zona Parkir Nontunai khusus bagi para pengguna kendaraan yang membayar parkir menggunakan kartu bayar elektronik. Mulai Jumat 4 Mei 2018, pengguna parkir tepi jalan yang tidak berkenan membayar parkir melalui mesin parkir elektronik dilarang parkir di sepanjang Jalan Braga.

“Tentunya ini merupakan upaya optimalisasi penggunaan mesin parkir. Kami melihat masih banyak yang bayar tunai. Kita ingin warga segera beralih ke nontunai,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung Nasrul Hasani, saat dihubungi, Kamis 3 Mei 2018.

Seperti diketahui, penggunaan mesin parkir elektronik mulai diterapkan sejak Juli 2017 lalu. Terdapat 445 titik lokasi mesin parkir elektronik yang tersebar di Kota Bandung. Mesin parkir elektronik tersebar di 57 ruas jalan di Kota Bandung dengan mempekerjakan 700 juru parkir.

Para juru parkir resmi berseragam oranye menerima gaji Rp 1.8 juta per bulan untuk memandu pengguna parkir tepi jalan. Dengan diterapkannya pembayaran via mesin parkir elektronik ini, juru parkir tidak boleh lagi menerima uang tunai.

Akan tetapi, hampir setahun diterapkan, potensi parkir dari mesin elektronik belum terdongkrak. Diketahui, target retribusi daerah Pemerintah Kota Bandung 2017 hanya terealisasi sekitar Rp 50 miliar, dari target lebih dari Rp 250 miliar. 

Nasrul mengatakan, selama ini masih banyak warga yang belum menggunakan mesin parkir elektronik sebagai media bayar parkir tepi jalan. Alasannya beragam. Padahal, kata Nasrul, mesin parkir ini penting sebagai kontribusi penerimaan daerah dari retribusi yang lebih akuntabel, transparan, dan tanpa kebocoran. Melalui mesin itu, uang warga akan langsung diterima kas daerah.

“Tentu kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang selama ini telah membayar retribusi lewat mesin parkir ini. Dengan begitu, berarti masyarakat telah sadar untuk membayar retribusi secara transparan dan akuntabel karena langsung diterima ke kas daerah,” ujar Nasrul.

Hampir setahun diterapkan, UPT Parkir Dishub Kota Bandung berjanji akan mulai intensif mengarahkan warga untuk membayar parkir melalui mesin parkir. Durasi parkir yang dibayar pun harus sesuai.

Edukasi nontunai



Mulai dari Jalan Braga, kendaraan yang akan parkir di tepi jalan harus menggunakan kartu bayar elektronik. Bagi warga yang ingin membayar tunai, Dinas Perhubungan Kota Bandung akan mengarahkan pengendara untuk parkir di kantong parkir yang masih bisa melayani pembayaran tunai seperti di Basement Alun-alun, Matahari Banceuy, Ruko Banceuy, atau mal Braga City Walk.

Di sepanjang Braga, akan ditempatkan 50 personel dari sejumlah bidang terkait. UPT Parkir akan mengawal sosialisasi bagi pengendara sekaligus edukasi penggunaan mesin parkir. Terdapat perwakilan dari BRI, BNI, Bank Mandiri, serta BJB, sebagai penyedia kartu bayar elektronik.

Para petugas yang mengawal proses pengetatan kawasan Braga sebagai Zona Parkir Nontunai ini akan berjaga mulai pagi hingga malam. Terdapat bidang Pengendalian dan Penertiban Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung untuk menertibkan kawasan yang juga kerap semerawut oleh kendaraan yang berhenti sembarangan.

“Kita ingin mengedukasi masyarakat menggunakan nontunai, sebab meskipun Sudirman, Otista, sudah banyak yang menggunakan tunai, kita optimalisasikan agar semuanya bisa menggunakan nontunai. Ketika Braga oke, nanti kita geser lagi ke tempat yang lain. Mudah-mudahan bisa berlanjut terus hingga semua warga sadar,” ujarnya.***

Bagikan: