Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Hari Buruh 2018, Ini Seruan Aksi Pekerja di Bandung dan Jakarta

Gita Pratiwi (error)
SALAH seorang karyawan perusahaan mendonorkan darahnya pada puncak peringatan hari buruh internasional tingkat Kota Cimahi di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jalan Dra Hj. Djulaeha Karmita, Rabu, 3 Mei 2017. Berbagai kegiatan sosial digelar dalam acara tersebut seperti pembagian sembako, donor darah dan pengobatan gratis.*
SALAH seorang karyawan perusahaan mendonorkan darahnya pada puncak peringatan hari buruh internasional tingkat Kota Cimahi di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Jalan Dra Hj. Djulaeha Karmita, Rabu, 3 Mei 2017. Berbagai kegiatan sosial digelar dalam acara tersebut seperti pembagian sembako, donor darah dan pengobatan gratis.*

BANDUNG, (PR).- Hari Buruh 2018 diwarnai seruan aksi dari kalangan pekerja berbagai penjuru tanah air. Selasa 1 Mei 2018, ibu kota Jakarta diperkirakan akan dipenuhi lautan buruh beraksi massa. Demikian juga di Bandung.

Hal itu terpantau dari poster-poster yang beredar di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Dari massa yang menamakan diri Gerak atau Gerakan Rakyat Anti Kapitalis, dikabarkan mereka akan beraksi mulai pukul 9.00 WIB.


"Kota Ini Dibangun Oleh Buruh"



KALIAN SEMUA DIUNDANG !!!!

Buruh, Tani, Mahasiswa, Rakyat Miskin Kota, BERSATULAH !!! GELORAKAN PERLAWANAN. 

Pada 1 Mei 1886, sekitar 400 ribu buruh di AS menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi Haymarket karena terjadi di bundaran Lapangan Haymarket.



Kongres Buruh Dunia yang digelar di Paris pada Juli 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia (May Day). Hal ini memperkuat keputusan Kongres Buruh Internasional yang berlangsung di Jenewa tahun 1886. Untuk itu 1 Mei diperingati sebagai kemenangan perjuangan buruh atas ditetapkannya 8 Jam Kerja, 8 Jam istirahat dan 8 Jam Rekreasi. 

 

Namun, saat ini kondisi buruh mengalami kemunduran yang sangat buruk. Sistem kerja kontrak/outsourcing, PHK, Union Busting dan juga Upah Murah. Di Indonesia, Upah murah dipertegas dengan PP 78/2015 oleh Jokowi.



Elemen gerakan lainnya, sedang mengalami represi dan pembungkaman secara sistematis oleh negara. Demikian pula Konflik Agraria di berbagai daerah di negara ini. 

Pembungkaman atas kebebasan berekspresi dan berkumpul terus terjadi hingga saat ini bahkan semakin memburuk. .

Bahkan di Kota Bandung pada tanggal 12 April 2018 massa aksi *Aliansi Rakyat Anti Penggusuran* di Bandung mendapat tindakan represif dari aparat secara brutal. 

 

Atas segala yang terjadi penindasan terhadap perjuangan rakyat harus dilawan, kaum buruh Indonesia akan terus menggulirkan aksi-aksi perlawanan bukan saja untuk perjuangan hak-hak, kesejahteraan dan keadilan kelas buruh sendiri tetapi untuk semua perjuangan rakyat multi sektor, Petani, Mahasiswa Rakyat Miskin Kota, yang diabaikan dan disingkirkan oleh negara.



Maka dengan itu kami mengundang kawan-kawan Organisasi, Kolektif, Komunitas serta individu-individu merdeka untuk terlibat dalam May Day 2018 di Kota Bandung dalam upaya “Memaknai May Day sebagai Hari Perlawanan Buruh Sedunia” pada:

||

Selasa, 1 MEI 2018

Pukul 09.00 WIB 

Rute: Taman Cikapayang DAGO •>>>>>• Gedung Sate



Buruh berbagai daerah kumpul di Jakarta



5.000 buruh Jawa Barat bergabung di Jakarta



Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat Roy Jinto menyatakan sekitar 5.000 pekerja dari Jabar akan berangkat ke Jakara untuk bergabung dengan massa lainnya dalam unjuk rasa Hari Buruh 2018.



"Besok ada dua tempat. Selain di Gasibu ada juga di Jakarta. Saya besok ke Jakarta. Kami kirim 5.000 orang," ujar Roy kepada Antara, Senin 30 April 2018. Roy mengatakan, keberangkatan buruh Jabar ke Jakarta akan berangkat secara bertahap mulai Senin malam. Ribuan buruh dari dungmenuju Istana Presiden.



"Ada yang jam 1 subuh dan paling terakhir jam 4 (berangkat ke Jakarta). Kita titik kumpul di Patung Kuda dan 'long march" ke Istana. Rencana setengah 10 sudah 'long march'," kata dia.





Adapun tuntutan yang akan disampaikan para buruh yakni menolak Perpres Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing dan berbagai isu lainnya.



Menurut dia, Perpres Nomor 20/2018 bisa mengancam para pekerja lokal karena tenaga kerja asing bisa dengan mudah bekerja di Indonesia.



"Bisa mengurangi pekerja lokal. Faktanya hari ini untuk 'skill worker' yang tidak pengalaman sudah bekerja, baik di proyek pemerintah dan juga perusahaan manufaktur," katanya.



Selain itu, para buruh juga akan menyampaikan penolakan terhadap revisi UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Revisi Undang-undang tersebut bisa merugikan hak-hak kaum buruh.





"Alasannya, revisi UU 13 merugikan kaum buruh karena akan ada pengurangan pesangon, pengurangan hak mogok kerja," kata dia.



Sementara aksi damai di Kota Bandung, akan digelar di Depan Gedung Sate. Ribuan buruh akan mengawali aksi di kawasan Monumen Perjuangan kemudian bergerak ke Gedung Sate.



"Tuntutan sama isu lama, cuman nambah dua tambahan Perpres 20 dan penolakan UU Nomor 13, yang lainnya penolakan PP 78, 'outsourcing', BPJS dan kontrak PKWT. Masalah UMSK kita bawa di tingkat lokal. Jadi minta Pergub tentang Tata Cara Penetapan UMSK di Jabar," katanya.***

Bagikan: