Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Cimahi, Banyak Minimarket Belum Kantongi Izin Resmi

Ririn Nur Febriani
KONSUMEN sedang berbelanja di salah satu minimarket.
KONSUMEN sedang berbelanja di salah satu minimarket.

CIMAHI, (PR).- Keberadaan minimarket menyebabkan keberadaan toko tradisional di Kota Cimahi semakin tergerus. Padahal, pasar modern tersebut banyak yang berdiri dan beroperasi tanpa izin resmi.

Menurut data Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, hingga tahun ini tercatat sekitar 110 minimarket di Kota Cimahi.

"Pertumbuhan minimarket memang sangat berimbas pada keberadaan warung tradisional. Yang tadinya warung ramai jadi sepi pembeli" kata Agus Irwan, Kepala Seksi Perdagangan Disdagkoperind Kota Cimahi saat ditemui disela-sela pengecekan izin minimarket di Kelurahan Cibeber Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, kemarin.

Minimarket memiliki tampilan yang berkualitas dan tertata serta manajerial yang baik dibanding warung tradisional. Selain soal kualitas, salah satu penyebab tergerusnya toko dan pasar tradisional dikarenakan jarak antara pasar dengan minimarket yang berdekatan. Padahal, dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi, jarak minimal antara itu 0,25 kilometer. 

"Karena sangat berdekatan dan kini sudah merambah ke permukiman. Tentunya dihadapkan langsung dengan minimarket, warung masyarakat sulit bersaing," katanya.

Selain menenggelamkan toko tradisional, keberadaan minimarket juga banyak yang menyalahi aturan. Mayoritas minimarket di Kota Cimahi yang sudah berdiri namun belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Setelah minimarket itu berdiri, baru para pengelola mengurus izin. "Fakta di lapangan memang mayoritas begit. Sudah berdiri baru mengurus izin," ujar Agus.

Kantongi izin



Dari jumlah minimarket yang ada, baru mengantongi izin baru sekitar 60 unit. Sedangkan sisa dari minimarket yang ada belum berizin dan sedang dalam proses izin. "Kalau sudah berdiri, kalau masih melanggar, tetap enggak akan dikeluarkan izinnya. Kami terus berupaya agar para pengelola minimarket ini menaati aturan," tutur Agus.

Sementara itu, Dinas Polisi Pamong Praja dan Damkar Kota Cimahi menyebutkan, ada sekitar 30 minimarket yang menjadi target untuk dilakukan penyegelan. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kota Cimahi Uus Saefullah, puluhan minimarket tersebut terlebih dahulu akan diselidiki.

"Kita masih dalami soal 30 unit minimarket tak berizin yang bakal kami tindak tegas. Kapan disegelnya belum dipastikan, tapi kemungkinan bulan depan," tandasnya.***

Bagikan: