Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Tapak Tilas Sejarah Nazi di Bandung

Ira Vera Tika

TAK banyak yang tahu bahwa Nazi pernah menancapkan pengaruhnya di Kota Bandung. Sejarah terkait hal itu memang belum banyak terungkap.

Hal itulah yang coba diangkat oleh Komunitas Historical Trip dalam kegiatan menapaki sejarah Nazi, Sabtu, 7 April 2018.

Puluhan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Dimulai dari Jalan Naripan, dilanjutkan ke Museum Mandala Wangsit dan Museum Konperensi Asia Afrika serta Gedung Merdeka, Kota Bandung, peserta disuguhkan rekam jejak Nazi pra dan pascakemerdekaan. 

Ketua Historical Trip Hasan Sobirin menuturkan, giat sejarah menapaki jejak Nazi merupakan program pertama Historical Trip. Pihaknya ingin menyuguhkan sejarah sejalan dengan narasinya.

Para peserta pun diajak menjelajahi dan melihat tempat atau barang tempo dulu yang menjadi saksi keberada­an Nazi di Kota Bandung

"Jejak Nazi di Kota Bandung ini adalah program pertama kami yang bertema sejarah benar-benar sejarah. Saya perhatikan para peserta cukup terpukau, karena ada juga jejak Nazi di Kota Bandung," kata dia.

Jejak Nazi dipilih, karena pihaknya ingin me­nampilkan wawasan baru. Menurut dia, pemahaman soal sejarah selama ini lebih didominasi oleh sejarah Belanda atau Inggris.

"Nah soal Jerman atau Nazi ini belum muncul. Kami ingin memberikan wawasan baru bahwa ternyata ada juga Jerman Nazi yang memberikan kontribusi terhadap dunia persejarahan di Indonesia," ujarnya.

Hasan berharap melalui kegiatan ini makin banyak orang yang mencintai sejarah. Melihat sejarah tak sekadar masa lalu, tetapi juga dampak sejarah tersebut di masa kini.

Tak hanya itu, pengetahuan soal Nazi yang kebanyakan identik dengan cerita seram dan negatif bisa dilihat secara utuh dan menarik.

"Sejarah tak hanya bicara masa lalu, tetapi masa kini pun ditentukan oleh masa sebelumnya. Melalui jejak Nazi kami ingin memberikan wa­wasan baru, pemahaman baru bahwa ada juga hal lain yang di luar pengetahuan umum kita. Salah satunya identik dengan seram, jahat, ternyata dengan pengenalan sejarah Nazi ada hal baru yang cerita lain yang menarik dan mengandung nilai positif. Lebih bijak menilai sejarah," tuturnya.

Sementara itu, pegiat sejarah Nazi Kodar Solihat yang juga menjadi pemandu dalam kegiatan itu mengatakan, melalui giat ini para peserta dapat melihat sisi lain sejarah yang sebenarnya.

"Selama ini kan kita terima kan hanya versi dari Amerika, Belanda, dan Inggris. Padahal, sisi lain ada sejarah yang terlupakan yaitu jejak Nazi di Kota Bandung," katanya.

Selama ini, jejak historis Jerman tidak ada di­eksplor. Cara pandang melihat Nazi harus secara keseluruhan, lebih melihat sisi sejarah dunia yang lebih berimbang dan lengkap.

"Indonesia dulunya yang bernama Hindia Belanda ada juga jejak Jerman di dalamnya. Kota Bandung adalah etalase ekonomi dunia pada zamannya. Saat negara lain ambruk ekonominya, Bandung yang masih stabil. Semua bangsa negara punya kepentingan, termasuk Jerman," ucap dia.***

Bagikan: