Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 20.1 ° C

Simpangsiur Soal Cacing, Omset Ikan Kalengan Menurun

Ririn Nur Febriani
PEDAGANG merapikan ikan kaleng sarden dagangannya di Pasar Atas Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Kota CImahi, Rabu, 4 April 2018. Pedagang di Pasar Tradisional masih mempertahankan penjualan ikan kalengan tersebut walaupun kepastian informasi tentang simpangsiur adanya cacing pada beberapa produk masih belum pasti yang menyebabkan konsumen meragukan.*
PEDAGANG merapikan ikan kaleng sarden dagangannya di Pasar Atas Cimahi, Jalan Kolonel Masturi, Kota CImahi, Rabu, 4 April 2018. Pedagang di Pasar Tradisional masih mempertahankan penjualan ikan kalengan tersebut walaupun kepastian informasi tentang simpangsiur adanya cacing pada beberapa produk masih belum pasti yang menyebabkan konsumen meragukan.*

CIMAHI, (PR).- Pedagang di pasar tradisional masih mempertahankan penjualan produk ikan kalengan meski beredar informasi penemuan produk sarden yang mengandung cacing di sejumlah daerah. Namun, kesimpangsiuran merk produk yang mengandung cacing membuat masyarakat bingung hingga takut mengkonsumsi ikan kalengan, hal tersebut membuat ikan kalengan yang dijual pedagang tak laku.

Seperti yang dirasakan oleh Ahmad (56), di Pasar Atas Jalan Kolonel Masturi Kota Cimahi, Rabu, 4 April 2018.

"Dapat kabar soal ikan kalengan bercacing yang ditemukan di sejumlah daerah. Apakah statusnya aman, tidak aman. Mau ditarik atau bagaimana. Berita simpangsiur, belum ada kejelasan yang benar-benar diterima langsung sama pedagang di lapangan," ujarnya.

Dirinya mengaku khawatir setelah mendengar berita terkait penemuan sarden makarel yang mengandung cacing. Hingga kini dirinya masih menjual produk sarden merek tertentu, untuk sarden ukuran kecil dihargai Rp 8.500, sementara untuk ukuran besar Rp 19.000.

Ahmad mengaku, banyak masyarakat yang menanyakan perihal merk ikan kalengan bercacing sebelum membeli. "Beberapa pembeli selalu menanyakan merk mana yang aman, sebetulnya saya juga bingung menjawabnya. Kalau salah, nanti pembeli balik komplain sama saya," ucapnya.

Dirinya pun meminta kepada pemerintah dapat melakukan upaya terkait masalah tersebut. Hal ini agar masyarakat tidak takut membeli produk ikan kalengan. 

"Kami berharap pemerintah dapat memberi penjelasan mana yang ada cacingnya atau aman. Adanya isu tersebut, masyarakat takut beli, barang dagangan kami bisa tidak laku." tuturnya.

Hal serupa diungkapkan warga Padasuka, Nurjanah (35). Dia mengaku waswas atas kemunculan informasi tersebut.

"Baru beli ikan makarel, begitu baca informasi di berita langsung panik dan periksa isiannya. Untungnya tidak ada cacing, tapi jadi waswas kalau mau beli lagi karena dalam kaleng tertutup pembeli tidak tahu mana yang mengandung cacing kecuali harus periksa nomor-nomor produksi itu, ribet juga," ujarnya.

Dia meminta para penjual ikan kalengan untuk proaktif segera menarik dagangan yang dinyatakan mengandung cacing oleh BPOM. "Pemerintah juga dapat segera melakukan penanganan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat merk mana saja yang terkandung cacing dan mana yang aman," katanya.

Baru di pasar modern



Ketika dikonfirmasi, Kabid. Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Ainul Yakin menyatakan, pihaknya menurunkan tim untuk melakukan monitor dan evaluasi terkait peredaran ikan kalengan bercacing di Kota Cimahi. "Hasil monitoring di beberapa lokasi termasuk di Cimahi tidak ditemukan sarden yang mengandung cacing," ujarnya.

Menurut Ainul, monitoring baru dilakukan sebatas di pasar modern. "Baru dilakukan di pasar modern di beberapa titik. Untuk pasar tradisional belum dilakukan, harusnya memang diambil sampling juga. Tapi keterbatasan jadi belum dilakukan," katanya.

Pihaknya memastikan hasil monitoring terkait ikan kalengan tidak ditemukan mengandung cacing di Kota Cimahi. "Di Cimahi tidak ditemukan kasus tersebut," tuturnya. ***

Bagikan: