Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sedikit awan, 16.1 ° C

Isu Cacing dalam Kaleng Sarden, BBPOM Sidak Ritel di Cimahi

Ririn Nur Febriani
PETUGAS Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung bersama BPOM dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Cimahi melakukan pemeriksaan terhadap ikan sarden dalam kemasan kaleng di salah satu ritel di Jalan Amir Machmud, Kota CImahi, Senin 26 Maret 2018.*
PETUGAS Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandung bersama BPOM dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Cimahi melakukan pemeriksaan terhadap ikan sarden dalam kemasan kaleng di salah satu ritel di Jalan Amir Machmud, Kota CImahi, Senin 26 Maret 2018.*

CIMAHI, (PR).- Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ritel modern.

Sidak ini terkait adanya peredaran ikan sarden kalengan yang mengandung cacing ke beberapa toko ritel modern di Kota Cimahi, Senin 26 Maret 2018. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi atas temuan ikan sarden kaleng yang ditemukan mengandung cacing di Riau beberapa waktu lalu. 

Beberapa merek sarden kaleng yang diketahui mengandung cacing di antaranya IO, Farmerjack, dan Hoki. BPOM telah menginstruksikan pengusaha importir dan ritel untuk menarik produk-produk tersebut.

Hasil pantauan, tim tidak menemukan ikan sarden kaleng dengan merek tersebut. Sebagai antisipasi dilakukan uji sampling laboratorium langsung di lokasi terhadap beberapa merk ikan sarden kaleng lain secara acak.

Kepala BKIPM Bandung, Deddy Arief Hendriyanto, mengatakan sidak tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya peredaran sarden dengan tiga merek yang disebutkan, dan antisipasi temuan cacing pada merk lain.

"Masyarakat terlanjur mengetahui temuan itu, kami perlu meredam kepanikan masyarakat jadi sidak ini perlu dilaksanakan. Hasilnya, tidak kami temukan merk yang ditemukan bercacing, juga hasil uji sampling yang lain menunjukkan tidak mengandung cacing," ujarnya.

Ini dia hasil sidaknya



Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop untuk melihat apakah ada cacing di dalam potongan ikan sardines yang dijadikan sampling pengujian.

"Hasilnya sudah kita ketahui yakni negatif mengandung cacing. Mudah-mudahan, dari semua merek ikan sarden yang dijual di Cimahi tidak mengandung cacing," kata dia.

Pemeriksaan sesuai dengan implementasi Instruksi Presiden-Inpres no.1 tahun tentang Keamanan Pangan di Indonesia. "Ini menjadi monitoring mendesak terkait dengan isu cacing pada produk sarden. Cacing yang ditemukan itu diprediksi karena proses penanganan produksinya yang tidak baik di tingkat hulu. Cacing tersebut biasanya hidup didasar perairan dan bisa menempel masuk ke usus dan daging ikan. Pada saat proses pemasakan cacing itu harusnya sudah mati," katanya.

Terkait dengan itu, Dedy mengimbau kepada masyarakat untuk membuka dulu kaleng sarden yang akan diolah. "Periksa apakah ada mengandung cacing atau tidak," ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Safa Thalib swlaku Pengawas Farmasi Makanan Ahli Madya BBPOM Bandung-Jawa Barat. Pihaknya sudah menelusuri per wilayah dan tidak menemukan merk ikan sarden yang sudah ditarik oleh BPOM. "Badan Pom hanya menarik 3 merek itu dan kita sudah instruksi ke importirnya. Sekarang kita ke pasaran juga tidak ditemukan merk tersebut," katanya.

Pemeriksaan merupakan bentuk tanggung jawab untuk melindungi konsumen dari produk makanan yang tidak layak. "Ambil sampel dari merk lain tentunya karena waspada saja sebagai uji sampling. Hasilnya juga negatif mengandung cacing," tuturnya.***

Bagikan: