Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Sedikit awan, 22.3 ° C

Mahasiswa Papua Terpanggil Bantu Korban Banjir Baleendah

Sarnapi
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM)  dan mahasiswa Unibba asal Papua menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Gedung Inkanas Baleendah, Kamis 22 Maret 2018.*
BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan mahasiswa Unibba asal Papua menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Gedung Inkanas Baleendah, Kamis 22 Maret 2018.*

SOREANG,(PR).- Melihat tetangganya yang dilanda banjir dengan ratusan warga mengungsi sehingga menggugah Universitas Bale Bandung (Unibba) menyalurkan bantuan kepada korban. Termasuk di antaranya mahasiswa Papua yang bersekolah di Bandung.

Bantuan dikumpulkan dari jajaran Yayasan Pendidikan Bale Bandung (YPBB), dosen dan karyawan, serta mahasiswa berupa paket sembako, pakaian layak pakai, dan obat-obatan.

"Wilayah Baleendah merupakan rawan banjir termasuk daerah sekitar Unibba sehingga kami merasa terpanggil," kata Ketua Dewan Pembina YPBB, Lily Sumantri, didampingi Rektor Unibba, Naser Rahmat, Kamis 22 Maret 2018.

Apalagi tempat pengungsian di Gedung Inkanas berdampingan dengan gedung Unibba sehingga setiap hari dosen, karyawan, dan mahasiswa menyaksikan kondisi para pengungsi. "Tiap tahun kami menyalurkan bantuan kepada korban banjir ini," ujarnya.

Selain bantuan dalam bentuk paket sembako dan pakaian layak pakai, menurut Nasep, prodi Keperawatan Unibba juga menerjunkan mahasiswanya untuk ikut membantu korban banjir dalam bidang kesehatan. "Para mahasiswa keperawatan mengadakan pemeriksaan kesehatan secara rutin bekerja sama dengan Dinas Kesehatan," ucapnya.

Bantuan yang diserahkan untuk 300 warga yang mengungsi di Gedung Inkanas dari warga Kelurahan Andir. "Mereka berasal dari Kp. Oak, Kp. Jembatan, dan Kp. Cigosol yang setiap banjir pasti mengungsi ke Gedung Inkanas," katanya.

Penyerahan bantuan juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bandung Firman Sumantri, para wakil rektor, para dosen, dan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa Papua yang tugas belajar di Unibba juga ikut menyerahkan bantuan.

13 ton dari lumpur banjir Kota Bandung



Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat diwawancarai di rumah dinasnya, Kamis 22 Maret 2018, mengatakan 13 ton material diangkut dari lokasi banjir Kota Bandung.

"Lumpur sudah dibersihkan oleh Diskar PB, material yang diangkut PD Kebersihan sampai Rabu sore kemarin sudah mencapai 13 ton," kata Solihin.

Seperti dikutip dari rilis Pemkot Bandung, penanggulangan dampak bencana banjir bandang ini juga tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Solihin mengapresiasi partisipasi seluruh lapisan masyarakat yang turut serta dalam penanggulangan banjir ini.

"Semua terlibat, termasuk DLHK dan relawan masyarakat yang membantu di lokasi-lokasi. Saya juga berterima kasih kepada Pemprov Jawa Barat khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang telah turun membantu kondisi disana," ucap Solihin.

Untuk mengantisipasi datangnya banjir susulan Dinas PU Kota Bandung telah melakukan berbagai upaya di wilayah terkait.

"DPU sudah memperbaiki sejumlah kirmir yang pecah, lalu membersihkan lingkungan sekitarnya, dan juga memberikan antisipasi berupa pemberitahuan kepada masyarakat agar tidak terjadi korban hilang apabila banjir datang lagi," jelas Solihin.

Terakhir, Solihin kembali mengimbau masyarakat  agar ikut serta menjaga kebersihan ligkungan Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Jangan sampai coba-coba buang sampah ke sungai. Mungkin di wilayah mereka tidak menyebabkan banjir, tapi di wilayah hilir itu sangat merugikan saudara-saudara kita," tutur Solihin.****

Bagikan: