Pikiran Rakyat
USD Jual 13.986,00 Beli 14.084,00 | Umumnya cerah, 33 ° C

Hujan Deras hingga Banjir di Cicaheum Dipicu Anomali Suhu Laut Jawa Barat

Novianti Nurulliah
SAMPAH sisa banjir teronggok di Jalan AH Nasution, Cicaheum, Kota Bandung, Rabu 21 Maret 2018.
SAMPAH sisa banjir teronggok di Jalan AH Nasution, Cicaheum, Kota Bandung, Rabu 21 Maret 2018.

BANDUNG, (PR). - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Bandung menyebut hujan deras hingga menyebabkan banjir Cicaheum Kota Bandung 20 Maret 2018 merupakan bagian puncak musim hujan tahun ini. 

"Pada saat ini masih merupakan periode musim hujan (PMH) yang diprakirakan masih berlangsung hingga bulan Mei. Dari data pos hujan yang tersedia diwakili oleh pos hujan Lembang (bagian kawasan KBU) curah hujan yang tercatat dalam kategori sedang bahkan hingga lebat," ujar Prakirawan BMKG Bandung M Iid Mujtahidin, Rabu 21 Maret 2018.

Untuk diketahui kemarin hujan deras kadang-kadang disertai petir yang menyebabkan banjir di sekitar wilayah Cicaheum. Kemacetan di berbagai ruas jalan bahkan kerugian material pun tidak dapat dihindarkan.

Iid mengatakan, hujan deras tersebut akibat beberapa sebab. Pertama faktor lokal. Berdasarkan pantauan Citra satelit terdapat pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Bandung bagian timur tepatnya di sekitar wilayah Kabupaten Bandung bagian Utara (KBU) dan sekitarnya pada pukul 15.00.

Faktor regional, lanjut dia,  adanya pertemuan angin (konvergensi) serta adanya belokan angin (shearline) di sekitar wilayah KBU. Sehingga berpotensi terhadap pembentukan awan-awan konvektif potensial hujan.

"Faktor global, karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat  yang cenderung hangat. Sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan-awan potensial hujan," ujar dia, Rabu 21 Maret 2018.

Adapun hasil pengamatan saat itu  kata dia, pada Pengukuran Pos Hujan Observasi dalam satuan millimeter (mm): a. Pos Hujan Stageof Bandung : 9,5 mm, b. Pos Hujan Lembang : 45,0 mm, c. Pos Hujan Soreang : 11,0 mm. 

Curah hujan masih tinggi



Pada pelaporan Data Pengamatan Permukaan di Stasiun Geofisika Bandung, suhu Maksimum pada tanggal 20 Maret 2018 yang tercatat paling tinggi 30,6°C sekitar pukul 14. 00. Dengan kelembapan relatif paling rendah di siang hari sekitar 48% pada saat awal pembentukan awan cumulonimbus (Cb) di siang hari sekitar pukul 13. 00. Arah angin pada pukul 15. 00 dari arah Barat .

"Dari Citra Radar, terdeteksi adanya  pembentukan awan konvektif yang berpotensi pembentukan awan cumulonimbus dengan kategori hujan lebat hingga sangat lebat dan ketinggian puncak awan bisa mencapai 14 km pada pukul 15. 16," ucap dia. 

Dengan pengamatan tersebut, pihaknya tetap meminta semua pihak untuk melakukan langkah-langkah antisipasi dalam menghadapi peningkatan curah hujan masih perlu dilakukan. Baik dengan melakukan kebersihan saluran air sehingga pada saat terjadi curah hujan ekstrem tidak menimbulkan genangan/banjir.***

Bagikan: