Pikiran Rakyat
USD Jual 14.118,00 Beli 14.216,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Ferdi Ligaswara Mengaku Sudah Memprediksi Banjir Bandang di Cicaheum

Gita Pratiwi A
Warga mengamati kendaraan yang terseret banjir bandang di Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 20 Maret 2018. Banjir bandang yang disertai dengan lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cicabe akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.*
Warga mengamati kendaraan yang terseret banjir bandang di Cicaheum, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 20 Maret 2018. Banjir bandang yang disertai dengan lumpur tersebut disebabkan oleh luapan Sungai Cicabe akibat intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah Kota Bandung.*

BANDUNG, (PR).- Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengaku telah memprediksi banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati Kota Bandung, Selasa 20 Maret 2018. Ferdi meyakini, jika banjir bandang di Cicaheum ini terjadi dari gejala alam yang terjadi di kawasan hulu di Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Terjadinya banjir ini sudah saya prediksi beberapa waktu yang lalu, dan ini terjadi," kata dia kepada PRFM, Rabu 21 Maret 2018.

Dengan adanya eksploitasi tanpa henti di kawasan Bandung Utara, Ferdi berujar tak menutup kemungkinan jika banjir serupa bisa kembali terjadi. Hal ini pun dikuatkan dengan masih adanya potensi hujan yang terjadi di kawasan Bandung Raya.

"Ini bukan menakuti, kalau kita melihat dari gejala alam, cuaca dan eksplorasi kawasan Bandung Utara yang sedemikian ekspansif ini menyimpan potensi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir yang lebih hebat kalau ini tidak dihentikan, dimana tebing bantaran curam saja dibangun, ini harus dihentikan," kata dia.

Selain 4 kota/kabupaten yang memiliki wilayah di Bandung utara harus bertanggung jawab atas eksplorasi KBU, Ferdi sangat mengaharapkan tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Selain Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat menangani, tapi saya kira pihak provinsi harus turun mengkoordinir secara ketat melakukan pengawasan, pengendalian bahkan penindakan, karena banyak banyak bangunan-bangunan di atas sana," pungkasnya.

Banjir bandang di Cicaheum bukan satu-satunya akibat dari hujan deras yang melanda seharian Bandung bagian timur Selasa sore. Hujan es juga membuat banjir kawasan Cisaranten, Antapani, dan Arcamanik.

Banjir bandang di Cicaheum pertama dalam sejarah



Sekertaris komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus Mantan Ketua Pansus Revisi Perda Pemanfaatan dan Pengendalian KBU, Abdul Hadi Wijaya mengatakan bahwa banjir bandang di Cicaheum merupakan pertama sepanjang sejarah. Meskipun persoalan banjir menjadi siklus tahunan di kota Bandung. 

Abdul menuturkan, pembangunan masif di Kawasan Bandung Utara (KBU) ditenggarai menjadi penyebab utama banjir di Bandung semakin meluas. Bahkan menurutnya sejumlah perumahan baru mulai berterbaran di kawasan tersebut. 

"Pembangunan disitu luar biasa, komplek perumahan sudah banyak tumbuh karena strategis sekali,  ada beberapa komplek perumahan baru disana. Saya juga tidak tau proses izinnya seperti apa, karena itu masuk kawasan KBU," ujarnya saat on air di PRFM, Selasa 20 Maret 2018. 

Di beberapa kawasan Bandung Utara kini, lanjut Abdul daerah resapan air tak kurang hanya menyisakan 20-30 persen saja. Maka kiranya wajar bila air dari utara begitu deras menerjang kawasan hilir. "Sederhana saja berarti kalau ada perumahan tempat penyerapan air berkurang, jadi lahan yang terbangun itu tergerus. Silahkan lihat saja langsung kesana," tuturnya.

Oleh sebab itu, dia pun mengajak kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menjadikan kejadian banjir bandang kemarin sebagai momentum untuk menghentikan setiap pembangunan terutama di KBU.***

Bagikan: