Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 21.8 ° C

Banjir Cicaheum Bukti Nyata Alih Fungsi KBU Sudah Tak Terkendali

Tri Joko Her Riadi

BANDUNG, (PR).- Banjir bandang Cicaheum menegaskan kembali betapa merusaknya laju alih fungsi lahan di kawasan Bandung utara (KBU). Butuh keseriusan semua pemangku kepentingan untuk menjaga kawasan strategis seluas 38 ribu hektare tersebut.

Pegiat lingkungan di Dewan Pakar Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) Taufan Suranto menyebut, kerusakan KBU berimbas pada melonjaknya laju air limpasan (run-off) ketika hujan berlangsung. Dalam catatan mereka, pada akhir 1990-an, laju air limpasan sudah mencapai 40 persen.

“Kami yakin saat ini persentase air limpasan sudah jauh lebih besar. Secara kasat mata kita lihat kemarin di Cicaheum air banjir penuh dengan lumpur, coklat dan sangat keruh. Ada persoalan besar di hulu, di KBU,” kata Taufan, Rabu 21 Maret 2018 siang.

Menurut Taufan, laju alih fungsi lahan di kawasan hulu Cipamokolan dipicu oleh pengembangan lahan perkebunan dan pembangunan kawasan permukiman atau kompleks komersial. Yang membuat masalah semakin besar, kecenderungan seperti ini terjadi di hampir semua kawasan hulu sungai-sungai yang melintasi Kota Bandung.

Taufan berharap agar Pemprov memperkuat peran koordinasi mereka dalam menata KBU. Salah satunya adalah kerja serius pemutakhiran data, mulai dari data alih fungsi hingga data titik-titik potensi bencana.

“KBU ini kawasan strategis, kawasan penting yang dilindungi dengan Perda khusus, tapi nyaris tidak ada kerja serius pemutakhiran data. Langkah ini sangat krusial dalam kerja besar menata KBU,” katanya.

Sudah Diprediksi



Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengaku telah memprediksi banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati Kota Bandung, Selasa 20 Maret 2018. Ferdi meyakini, jika banjir bandang di Cicaheum ini terjadi dari gejala alam yang terjadi di kawasan hulu di Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Terjadinya banjir ini sudah saya prediksi beberapa waktu yang lalu, dan ini terjadi," kata dia kepada PRFM, Rabu 21 Maret 2018.

Dengan adanya eksploitasi tanpa henti di kawasan Bandung Utara, Ferdi berujar tak menutup kemungkinan jika banjir serupa bisa kembali terjadi. Hal ini pun dikuatkan dengan masih adanya potensi hujan yang terjadi di kawasan Bandung Raya.

"Ini bukan menakuti, kalau kita melihat dari gejala alam, cuaca dan eksplorasi kawasan Bandung Utara yang sedemikian ekspansif ini menyimpan potensi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir yang lebih hebat kalau ini tidak dihentikan, dimana tebing bantaran curam saja dibangun, ini harus dihentikan," kata dia.***

Bagikan: