Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Cak Imin Garap Serius Potensi Pemilih di Jabar

Novianti Nurulliah
KETUA Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar (kanan) saat melakukan kunjungan ke kantor redaksi Pikiran Rakyat di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa, 13 Maret 2018. Dalam kunjungannya dirinya membahas seputar media dan politik.
KETUA Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar (kanan) saat melakukan kunjungan ke kantor redaksi Pikiran Rakyat di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa, 13 Maret 2018. Dalam kunjungannya dirinya membahas seputar media dan politik.

BANDUNG, (PR).- Bakal calon wakil presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menjadikan Jawa Barat sebagai kunci dukungan guna memuluskan langkahnya menuju RI 2. Jabar dengan populasi 20 persen suara nasional harus digarap serius.

Lelaki yang akrab disapa Cak Imin itu telah memulai langkah pendekatan terhadap potensi pemilih yang tinggi tersebut. 

"Jabar itu menentukan, jadi kami harus mengumpulkan potensi-potensi itu. Ada tiga level yang kami intenskan yaitu konstituen kami yang meliputi pesantren, alim ulama, NU yang saat ini hampir tuntas," ujar ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Kantor Redaksi Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika 77 Kota Bandung, Selasa, 13 Maret 2018.

Selain itu, Cak Imin pun akan menggarap pemilih muda yang merupakan swing voter dan pemilih pemula. Terakhir yaitu pemilih umum yang belum memiliki pilihan tetap. 

"Kami juga tidak hanya akan menyentuh NU saja, tapi ormas lainnya kami intens komunikasi. Kan ada amanat persatuan Islam dan ukhhuwah Islamiah dan Watoniah yaitu kebangsaan. Dengan demikian kami terbuka terhadap kalangan manapun," ucap dia. 

Diakui dia, saat ini dalam agenda kunjungan dia ke Jabar simultan dengan langkah-langkah PKB guna memenangkan Pilkada di Jabar dan 16 pilkada kota dan Kabupaten. Selain itu dalam rangka menyukseskan pileg dan pilpres yang akan menjadi puncak niatan dia. 

"Jabar itu penentu, tidak cukup hanya bisa memenangkan Jatim dan Jateng. Kalau Jabar dan Jateng berhasil diraih itu adalah kunci," ucap dia. 

Ziarah ke makam Marhaen



Masih dalam rangkaian kunjungannya ke Jabar, lelaki kelahiran Jombang itu akan berziarah ke makam Marhaen di Kota Bandung. 

"Kenapa kesana karena Saya ingin menangkap semangat kaum yang termarginalkan. Selain itu Saya ingin menerapkan dua paham yang berbeda antara Soekarno dan Gusdur yang kami sebut Sudurisme yang merupakan dua kekuatan utama sebagai inpirasi antara Islam dan lokalitas Indonesia," tutur dia. 

Menurut dia, kedua paham tersebut merupakan khas Indonesia yang sudah mengakar. 

Sementara itu, Cak Imin kembali mendapat dukungan untuk diusung menjadi Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019 nanti. Kini dukungan muncul dari Majelis Kiyai se-Bandung Raya.

Ada sembilan alasan yang dijadikan dasar oleh para kyai terhadap Ketua DPP PKB tersebut. Cak Imin yang lahir dan dibesarkan di lingkungan Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di tanah air ini, menjadi salah satu alasan terkuat. 

"Maka Cak Imin menjadi sosok yang tepat untuk mewakili NU, karena beliau menjadi salah satu garda terdepan pembela NU. Selain itu, beliau juga menjadi sosok repersentasi kaum santri," ungkap Pimpinan Ponpes Sirnamiskin yang juga perwakilan peserta Sillaturahmi Kyai Se -Bandung Raya KH. Iik abdul Kholik  di Bandung, Selasa, 13 Maret 2018.

Cak Imin sebagai keturunan langsung dari tokoh Islam ulama besar di Indonesia, yakni cucu dari KH. bisyri Samsuri, juga menjadi alasan lainnya. Menurut dia, Cak Imin itu merupakan sosok muda, cerdas dan miliki wawasan keagaman dan kebangsaan yang mumpuni, sehingga layak.menjadi pemimpin bangsa ini. 

"Apalagi jika melihat sepak terjangnya selama ini, beliau benar-benar merepresentasikan perjuangan aqidah ahlussunah  waljama'ah dan Islam yang rahmatan lil alamin," kata dia terpisah. 

Semua itu, lanjut dia, dibuktikan oleh Cak Imin dengan memperjuangkan pesantren. Melalui perjuangan partainya, PKB, Cak Imin berhasil menggagas sekaligus merealisasikan undang-undang yang mengatur pesantren.

"Dan PKB satu-satunya  partai yang menginisiasi adanya undang-undang pesantren," ujar dia.***

Bagikan: