Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Kasus Anak Gugat Ibu, Hakim Sarankan Bisa Diselesaikan di Rumah

Yedi Supriadi

BANDUNG, (PR). - Kasus gugatan terhadap Nenek Cicih terus bergulir, hakim mediator, Pengadilan Negeri Bandung menyarankan agar Cicih dan keempat anaknya memusyawarahkan permasalahan keluarga di rumah. 

Penasehat hukum nenek Cicih, Agus Sihombing usai mediasi, Selasa, 27 Februari 2018, menyatakan, hakim Sri Mumpuni menyarankan agar hal ini bisa dibicarakan di rumah.

"Jawaban kami ini persoalan keluarga, sehingga diselesaikan saja di rumah. Kami usulkan itu dan anak-anaknya juga setuju, itu juga saran dari hakim. Biarlah, mudah-mudahan bisa damai," katanya.

Agus mengatakan mediasi di rumah yang akan dilakukan pihak keluarga hanya akan dihadiri oleh Cicih dan anak-anak mereka. Pengacara ikut hadir namun tidak akan banyak bersuara hanya sebagai fasilitator saja.

Sementara itu,  penasehat hukum, penggugat, Tina Yulianti Gunawan menjelaskan, dalam gugatan ini pihaknya menitik tumpukan pada pembatalan jual beli lahan 84 meter persegi. "Inti persoalannya di sini adalah ahli waris menggugat pembatalan jual beli. Karena kami sendiri tidak faham itu (kenapa disebut durhaka)," katanya.

Pihaknya berharap proses hukum ini disikapi oleh pihak tergugat dengan kepala dingin tanpa berpandangan negatif kepada empat penggugat. "Apapun itu, kita lihat nanti hasil mediasi seperti apa. Kita sama - sama kepala dingin," katanya.

Lantaran menjual tanah waris



Sebelumnya, empat anak menggugat ibu kandungnya atas masalah kepemilikan hak waris bangunan. Si ibu yang bernama Cicih digugat perdata senilai Rp1,6 miliar.

Keempat anak itu mendaftarkan gugatan mereka kepada Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Februari 2018. Para penggugat yaitu, Ai Sukawati, Dede Rohayati, Aji Rusbandi, dan Ai Komariah.

Mereka menggugat karena Cicih menjual sebagian lahan yang diwariskan oleh almarhum suaminya S. Udin kepada anak-anaknya seluas 84 meter persegi di Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Ai Sukawati dan ketiga saudaranya sebagai ahli waris mengaku tak mengetahui ihwal penjualan lahan. Belakangan baru diketahui bahwa lahan yang sebelumnya disewakan itu telah dijual pada tahun 2016.

Cicih digugat perdata berdasarkan pasal 1365 jo pasal 584 jo pasal 2 Undang Undang Nomor 51PRP/1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang Berhak atau Kuasanya jo pasal 1471 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.***

Bagikan: