Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Ini Klarifikasi PT Indonesia Power Soal Penutupan Jalan di Atas Dam Saguling

Hendro Susilo Husodo

NGAMPRAH, (PR).- PT Indonesia Power akhirnya mengklarifikasi perihal penutupan jalan di atas dam Saguling, Desa/Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung barat. Penutupan tersebut dilakukan hanya sebagai langkah langkah untuk mengamankan objek vital nasional (obvitnas).

Klarifikasi disampaikan oleh General Manager PT Indonesia Power Buyung Arianto, saat ditemui di kantornya, di Kompleks PLN Cioray, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 28 Februari 2018. Meskipun mengakui ada penurunan dam hingga 60 centimenter dalam 30 tahun terakhir ini, Buyung menegaskan bahwa pondasi dam masih dalam keadaan aman.

"Kondisi bendungan sangat aman, itu dibuktikan dengan alat ukur dan cek visual di lapangan. Penutupan jalan ini memang terkait obvitnas, di mana semakin steril maka akan semakin aman objek ini. Ini merupakan strategi yang sangat signifikan untuk keberlangsungan listrik di Indonesia," kata Buyung. 

Penutupan jalan terkait obvitnas, lanjut dia, dilakukan sejak sekitar sebulan terakhir ini. Hal itu pun sudah disosialisasikan kepada masyarakat di sekitar waduk pada 10 Februari 2018.

Sosialisasi tersebut dihadiri unsur musyawarah pimpinan kecamatan dari delapan kecamatan, serta melibatkan unsur Direktorat Pam Obvit Polda Jabar.  "Jadi, penutupan jalan ini merupakan usaha bersama untuk menjaga obvitnas. Soalnya, bendungan ini sangat strategis. Ketika Jawa-Bali terjadi blackout, gelap semua, maka start pertama di PLTA ini. Setelah itu, baru pembangkit lain dinyalakan secata bertahap, diatur beban listriknya, baru bangkit kembali sistem interkoneksinya," ucapnya.

Potensi Gangguan Keamanan



Buyung mengaku prihatin dengan potensi gangguan keamanan beberapa waktu terakhir yang kemudian menjadi alasan pengamanan dam tersebut. Beberapa contoh potensi tersebut adalah ketika beberapa waktu lalu iring-iringan pendukung sepakbola memenuhi jalan di atas dam.

Selain itu, penangkapan terduga teroris di sekitar Saguling pada akhir 2016 lalu juga menjadi alasan kuat agar pengamanan ditingkatkan. Meski begitu, dia menekankan, penutupan jalan di atas dam tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

"Pembangkit lain relatif lebih tertutup, tidak seperti di sini. Tentu kami sangat berhati-hati. Seperti yang telah digambarkan juga saat sosialisasi, penutupan jalan dilakukan setelah akses lain, jalan yang hanya berbeda 500 meter (area Leuwi Budah) dari jalan di atas dam, sudah dalam kondisi baik. Jalan tersebut sudah diperbaiki dengan bantuan dari PLN dan sudah layak untuk dilewati kendaraan," tutur Buyung

Terkait dengan penurunan Waduk Saguling, Supervisor Senior Geoteknik dan Hidrologi PT Indonesia Power Deni Jamaludin mengatakan, penurunan tersebut merupakan hal yang wajar dan telah diperhitungkan sewaktu bendungan dibangun. Menurut dia, Waduk Sagiling berada dalam kondisi bahaya apabila mengalami penurunan hingga dua meter. Sementara penurunan setelab berumur 30 tahun ialah sekitar 60 centimenter.

"Di dalam struktur bendungan, ada yang dinamakan beban statis dan beban dinamis. Beban dinamis itu macam-macam pemicunya. Bisa dari angin, gelombanb air, gempa, sampai lalu lintas di atas bendungan. Yang bisa kami minimalisir untuk mengurangi beban, ya lalu lintas itu. Namun, kami tekankan, bahwa di Waduk Saguling itu tidak ada retakan. Memang terjadi penurunan, karena bendungan ini sudah 30 tahun. Penurunan itu ada batasannya, tapi batasannya itu masih jauh. Jadi, bendungan ini masih sangat aman," katanya.***

Bagikan: