Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Inggit Garnasih Dongkrak Semangat Nurul Arifin

Muhammad Fikry Mauludy
CALON Wali Kota Bandung Nurul Arifin mendengarkan penjelasan cucu Inggit Garnasih, Tito Zeni Asmara Hadi, di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, Jalan Inggit Garnasih, Bandung, Rabu, 21 Februari 2018.*
CALON Wali Kota Bandung Nurul Arifin mendengarkan penjelasan cucu Inggit Garnasih, Tito Zeni Asmara Hadi, di Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, Jalan Inggit Garnasih, Bandung, Rabu, 21 Februari 2018.*

BANDUNG, (PR).- Calon Wali Kota Bandung Nurul Arifin mengunjungi Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, di Jalan Ibu Inggit Garnasih, Bandung, Rabu, 21 Februari 2018. Nurul mengaku mendapat semangat perjuangan Inggit Garnasih dalam perannya mendampingi Soekarno untuk mempersiapkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Nurul diterima oleh Cucu Inggit Garnasih Tito Zeni Asmara Hadi dan Ketua API Bandung, yang juga pecinta sejarah dari Komunitas Balad Sri Baduga, Cici Lely.

"Seorang Ibu Inggit adalah wanita luar biasa yang banyak merelakan kehidupannya demi bangsa dan negaranya. Ketegaran dan kebesaran hati, serta pemikirannya menjadikan dirinya partner diskusi Bung Karno," ujar Nurul Arifin.

Dari kunjungan itu, Nurul Arifin mengaku mendapat dorongan untuk mewujudkan Bandung, Balik ka Indung. Sosok Inggit bagi Nurul Arifin adalah semangat perempuan Bandung yang berperan besar. Peran itu baik dalam keluarga maupun bagi negara.

Karakter Inggit Garnasih



Mendapat banyak penjelasan tentang karakter, peran, dan sepak terjang Ibu Inggit selama masa kemerdekaan, Nurul mengaku semangatnya terdongkrak untuk memimpin Kota Bandung.

"Saya berharap apa yang diperjuangkan Ibu Inggit dan Dewi Sartika bisa terwakili oleh seorang Nurul Arifin, dengan seluruh gagasannya. Insyaallah saya mendapat dukungan dan kepercayaan dari warga Bandung," tutur Nurul.

Cici Lely menambahkan, perjuangan Ibu Inggit memang sepatutnya terus digaungkan ke seluruh nusantara. Inggit bisa menempatkan diri di tengah para pemikir bangsa yang dulu ada di lingkaran Soekarno, seperti Hatta dan Sjahrir.

Bagi Cici, banyak karakter yang baik untuk dicontoh bagi kaum perempuan untuk bisa memperjuangkan hak rakyat dengan memanfaatkan cinta dan rasa.

"Sesuai dengan hari lahir Ibu Inggit, serta kelahiran Garuda sebagai lambang negara, maka setiap Februari terdapat Bulan Cinta Inggit. Kami ingin menyebarluaskan Bulan Cinta Inggit ini dari Bandung, dari rumah Ibu Inggit," ujarnya.***

Bagikan: