Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 31.1 ° C

Pura-pura Menjadi Pasien, Pasangan Suami Istri Curi Telefon Genggam

Ririn Nur Febriani
POLSEK Cimahi Selatan mengamankan pasangan suami istri yang melakukan pencurian telefon genggam di Klinik Pratama Harapan Sehat, Jalan Melong Asih Blok 9 Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi.*
POLSEK Cimahi Selatan mengamankan pasangan suami istri yang melakukan pencurian telefon genggam di Klinik Pratama Harapan Sehat, Jalan Melong Asih Blok 9 Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi.*

CIMAHI, (PR).- Berpura-pura sebagai pasien, pasangan suami istri melakukan pencurian telefon genggam di Klinik Pratama Harapan Sehat, Jalan Melong Asih Blok 9 Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi. Aksi pencurian terekam CCTV hingga mereka akhirnya diringkus anggota Polsek Cimahi Selatan.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, mengatakan, kepolisian berhasil mengungkap kasus ini berawal dari penelusuran informasi. Penelusuran informasi ini dilakukan sesuai dengan yang terekam CCTV yang ada di Klinik tersebut. Kedua tersangka yaitu Ad (36) dan istrinya Di (32).

"Dari CCTV, keterangan saksi, dan informasi warga, didapat data para pelaku. Mereka ditangkap dikediamannya setelah mengantarkan anaknya sekolah," katanya.

Motif pasangan suami istri mencuri ponsel itu, lanjut Rusdy digunakan untuk kepentingan pribadinya dan tidak diketahui ada motif yang lain. Namun kepolisian akan terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui kemungkinan ada korban maupun TKP yang lainnya.

Bukan yang pertama



Berdasarkan pengakuan tersangka, pasutri itu pernah melakukan pencurian dengan modus yang sama pada tahun 2017 di Apotek Cijerah. "Modusnya sama berpura-pura sebagai pasien dan memanfaatkan kelengahan pegawai maupun dokter," ujarnya.

Polisi mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor merk Honda type Vario berwarna hitam berplat nomor D 2043 ED, helm dan ponsel merk Iphone milik korban. "Kedua tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," tuturnya.

Mengingat seringnya kasus pencurian, kepolisian meminta agar masyarakat turut berperan menjaga keamanan. Misalnya, dengan menjaga keamanan minimal di wilayahnya sendiri. "Karena anggota kami terbatas, harus ada peran serta dari masyarakat sekitar untuk turut menciptakan suasana aman," katanya.

Pemilik klinik Dokter Chitra Octavia mengatakan pencurian berlangsung saat para pegawai sedang lengah. "Saat itu ada pasien lain yang sedang saya tangani. Pegawai juga sedang meracik obat, tiba-tiba ada dua orang laki perempuan masuk ke klinik dengan alasan mencari dokter," ujarnya.

Kepada pegawai, mereka mengaku sakit perut. "Pelaku laki-laki lalu menanyakan kamar mandi karena katanya sakit perut. Setelah ditunjukkan lokasinya, dia bergerak ke kamar mandi. Sementara pelaku perempuan memperhatikan suasana klinik," katanya.

Ternyata, laki-laki tersebut tidak masuk ke dalam kamar mandi. Gerak-geriknya ditutupi oleh pelaku perempuan. Dia pun dengan cepat masuk ke ruang dokter dan mengambil telefon genggam milik dokter. Setelah dapat barang, mereka bergegas keluar klinik.

"HP saya simpan di meja kerja, sedangkan penanganan pasien di ruang berbeda. Pelaku memanfaatkan situasi klinik yang sedang sibuk," ucapnya.

Meningkatkan pengamanan



Dia merasa pelaku sudah mengenali denah klinik. "Sepertinya pencurian yang sudah direncanakan karena dia seperti hafal suasana klinik pada jam siang begini. Akibat HP hilang, saya merugi Rp 4,5 juta ditambah data-data yang ada di ponsel tersebut," ujarnya.

Aksi pencurian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Cimahi Selatan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan keamanan setempat untuk meningkatkan pengamanan.

"Kamera CCTV ini saya pasang setelah beberapa kali mengalami pencurian. Kali pertama ada maling masuk dan mengacak-acak semua ruangan. Kedua, HP karyawan hilang, yang ketiga uang Rp 800.000 hilang. Setelah terpasang, ada lagi pencurian dan sekarang HP saya yang jadi sasaran. Tapi, minimal pelakunya terekam kamera sehingga bisa ditelusuri," katanya.

Gambar rekaman aksi pencurian juga tersebar viral di media sosial. "Ada warganet yang komentar bahwa dia kenal dengan pelaku yang disebut pasangan suami istri. Memang katanya sering berbuat pencurian di toko-toko," katanya.***

Bagikan: