Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Langit umumnya cerah, 26.2 ° C

Super Blue Blood Moon Buktikan Bentuk Bumi Bulat Bukan Datar

BANDUNG, (PR).- Rabu 31 Januari 2018 malam ini akan terjadi tiga fenomena bulan sekaligus. Yakni Supermoon, Blue Moon, Blood Moon atau yang biasa disebut Super Blue Blood Moon.

Fenomena Super Blue Blood Moon terjadi saat posisi matahari, bumi dan bulan berada di satu garis lurus yang sama. Fenomena langka ini terakhir kali terjadi pada 31 Maret 1866 atau lebih tepatnya 152 tahun yang lalu.

Ketua LAPAN Thomas Djamaluddin dalam blognya menulis bahwa fenomena Super Blue Blood Moon yang akan terjadi pada petang ini membuktikan bahwa bumi itu bulat.

“Bayangan gelap yang jatuh pada purnama, adalah bayangan bumi. Bayangan gelap pada proses gerhana berbentuk melengkung yang mengindikasikan bulatnya bumi,” tulis Thomas Djamaluddin di blog-nya.

Fenomena Blue Moon sendiri merupakan fenomena bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan. Bulan purnama pertama terjadi pada 1 Januari 2018. Sebaliknya, bulan akan muncul dengan warna merah dari gerhana bulan total. Saat matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus, bumi akan membuat bayangan yang menyebabkan bulan berwarna merah. “Super” muncul karena bulan purnama ada berada pada titik terdekat pada orbitnya ke bumi, pada Rabu pagi.

Menurut NASA, hal tersebut membuat bulan terlihat lebih dekat dan terang, 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari bulan purnama biasa di titik terjauh dari bumi.

“Tiga fenomena bulan yang terjadi secara terpisah memang hal yang biasa, tetapi 3 fenomena bulan yang terjadi bersamaan sangat jarang terjadi,” menurut Brian Lada, blogger AccuWeather Meteorology dan Astronomi.

Dampak cuaca dari Super Blue Blood Moon



Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati peristiwa Super Blue Blood Moon memiliki dampak dan menghimbau agar masyarakat waspada terhadap pasang maksimum air laut yang mencapai tinggi 1,5 meter dikarenakan adanya gravitasi bulan dan matahari. Selain dari pasang air laut, dampak lainnya yang dapat terjadi adalah ketika ada banjir karena hujan lebat, banjir akan lama surutnya dikarenakan pasang maksimum tersebut.

Dikutip dari Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena langka ini dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Mmulai dari awal gerhana sebagian, awal gerhana total, akhir gerhana total sampai akhir gerhana sebagian.

Untuk gerhana bulan sebagian dimulai pukul 18.48 WIB dan untuk gerhana bulan total dimulai pukul 19.51 WIB. Keseluruhan gerhana bulan yang akan terjadi nanti 5 jam 17 menit, dengan gerhana bulan total berdurasi 1 jam 17 menit. (Ines Anggun)***

Bagikan: