Pikiran Rakyat
USD Jual 14.619,00 Beli 14.521,00 | Berawan, 22.6 ° C

Tak Seperti Masa Lalu, Taman Regol Baru Harus Aman

Muhammad Fikry Mauludy
PEKERJA menyelesaikan pembuatan Taman Regol, di Jalan Pasirjaya, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Sabtu, 13 Januari 2018. Pengerjaan proyek tersebut dikebut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan meresmikannya pada 7 Februari 2018.*

BANDUNG, (PR).- Luasnya Taman Regol di Kelurahan Pasirluyu selayaknya diikuti dengan penempatan personel penjaga taman serta petugas keamanan. Dengan panjang sekitar 1 kilometer bantaran Sungai Cikapundung, wilayah yang mencakup Jalan Pasirluyu Selatan dan sebagian Jalan Suryalaya itu harus mengubah kesan kawasan kumuh masa lalu.

“Kedua sisi Sungai Cikapundung ini sudah baik dengan lahan yang dibuka menjadi taman luas. Ada baiknya dibikin pos polisi, hansip, atau satpol PP, biar warga sekitar merasa aman,” kata Dinar Kharisma Putri (33), warga Suryalaya, Bandung, Rabu, 17 Januari 2018.

Selama ini, kata dia, Jalan Pasirluyu Selatan menjadi penghubung antara Jalan Soekarno-Hatta dengan Jalan Buahbatu. Namun, lahan yang sekarang menjadi taman merupakan lahan tertutup pagar yang dipenuhi semak belukar, pohon tua, dan bangunan liar.

Ia mendengar banyak kejadian kriminal yang terjadi di malam hari, di Jalan Pasirluyu Selatan. Apalagi saat badan jalan masih dalam kondisi rusak berat, memaksa ia harus memacu mobilnya kencang demi menghindari potensi kejahatan jalanan.

Rawan tindak kriminal



“Dulu jalannya sepi. Mudah-mudahan sih dengan adanya taman bisa ramai terus. Ya, kalau ada petugas keamanan sih lebih tenang, kan biar bisa menghalau pengamen, atau orang yang mabuk-mabukan di taman,” tuturnya.

Warga Pasirsalam, Arif Sarifudin (34) juga mengenal wilayah itu rawan tindak kriminal. Dari berbagai kisah yang pernah ia dengar, Jalan Soekarno-Hatta menjadi akses mudah bagi pelaku untuk melarikan diri.

“Sekarang sih enggak terlalu takut karena ada taman, banyak lampu taman. Ya kalau petugas keamanan sih tetap harus ada, ya, biar pengunjung nyaman, kan,” ujar Arif, yang bersyukur adanya kolam cetek gratis di Taman Regol untuk anaknya bermain.

Rahmat Taruna (58), pedagang nasi rames di wilayah itu juga mengharapkan adanya personel keamanan khusus di kawasan Taman Regol. Saking sepinya jalan itu, banyak pelintas yang memanfaatkan minimnya aktivitas warga sekitar.

Ada petugas jaga



Di sepanjang Jalan Pasirluyu Selatan memang terdapat jajaran rumah dan toko yang berseberangan dengan taman baru itu. Namun, aktivitas permukiman tak seramai di perumahan lain di sekitarnya.

“Kalau di Kompleks Suryalaya, atau di utara Pasirluyu kan ramai orang. Kalau di sini dari dulu sepi. Desember kemarin warung saya juga kemasukan maling, padahal siang-siang. Ya, berharap sih selain pengunjung taman bisa rezeki saya, petugas keamanan juga bisa menambah rasa aman saya,” tuturnya.

Lurah Pasirluyu Asep Muslihat memastikan akan ditempatkan petugas linmas dari kelurahan dan kecamatan di taman baru itu. “Kami sedang membahas ini bersama kecamatan. Nantinya ke depan akan dibentuk paguyuban yang akan mengelola taman, termasuk tentang jumlah personel dan jadwal jaga di taman tersebut,” tuturnya.

Taman di bantaran Sungai Cikapundung itu memiliki luas 2 hektare. Penataan Taman Regol senilai Rp 20 miliar di wilayah Pasirluyu itu akan dijadikan pusat rekreasi mewakili Bandung bagian selatan.***

Bagikan: