Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 25.3 ° C

ITB Buka Layanan Vaksin Difteri

Siska Nirmala (error)
Pekerja menunjukan vaksin yang mengandung komponen difteri sebelum didistribusikan.*
Pekerja menunjukan vaksin yang mengandung komponen difteri sebelum didistribusikan.*

BANDUNG, (PR).- Institut Teknologi Bandung (ITB) membuka layanan vaksin difteri untuk civitas akademika dan tenaga kependidikan di Klinik Bumi Medika Ganesa (BMG). Namun pegawai ITB juga dapat mengajak keluarga dan kerabatnya untuk ikut serta dalam program ini.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kasubdit Humas dan Publikasi ITB, Fivien Nur Savitri, Kamis, 4 Januari 2018, mengatakan layanan ini terbuka untuk umum dan pegawai tidak hanya dapat mengikutsertakan anak ataupun keluarga inti, bahkan tetangga pun juga boleh.

Menurut dia pelayanan vaksin difteri dibuka mulai tanggal 2 Januari 2018, dengan terlebih dahulu mendaftar melalui sambungan telepon ke 022-2500082 ext 14. Setiap orang akan dikenakan biaya sebesar 75 ribu sampai dengan 230 ribu rupiah tergantung jenis vaksin yang diberikan.

"Biaya tersebut merupakan tarif minimal untuk pembelian bahan baku vaksin, bahan medis,dan layanan penyuntikan. Biaya ini lebih rendah daripada institusi lain sekitar ITB," kata Fivien.

ITB saat ini menyediakan vaksin difteri untuk 100 orang setiap harinya. Sudah ada sekitar 40 hingga 50 orang yang mendapatkan vaksin per harinya di Klinik BMG ITB.

"Pemberian vaksin ini untuk membantu pemerintah memutus semaksimal mungkin rantai penyebaran penyakit difteri terutama di lingkungan kampus kami dan masyarakat sekitar," kata Fivien.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai mahasiswa atau pegawai ITB yang terkena penyakit difteri.

Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Cornebacterium Diphtheria dan bakteri ini menyerang saluran pernapasan hingga menyebabkan infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan.

Seseorang dapat tertular wabah difteri melalui droplet yang terhirup atau masuk melalui kulit yang terluka. Penularan difteri juga bisa terjadi melalui muntahan pasien difteri atau debu yang sudah terkontaminasi difteri.

"Penderita difteri pada umumnya akan mengalami sakit kepala, sulit bernapas, batuk, suara serak, sakit tenggorokan karena sulit menelan, demam, cepat lelah atau lemas, hidung beringus cair yang kemudian lambat laun berubah menjadi kental dan berdarah," ujar Inshe Melori dari klinik Bumi Medika Ganesa ITB.

Terdapat tiga kategori untuk setiap jenis vaksin difteri yang disediakan di Bumi Medika Ganesa ITB, yaitu vaksin Td untuk anak diatas 12 tahun, vaksin DT atau Pentagio untuk anak lima sampai dengan tujuh tahun, dan Vaksin DPT untuk anak rentang usia dua bulan hingga lima tahun.***

Bagikan: