Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Begini Cara Menggunakan Sepeda Keliling Bandung Melalui oBike

Muhammad Fikry Mauludy
WARGA mengakses aplikasi "oBike", sistem aplikasi untuk penyewaan sepeda, di atas lalu-lintas yang padat, di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Rabu 20 Desember 2017. Aplikasi kerjasama Dishub Kota Bandung dengan oBike Indonesia itu, rencananya akan ditempatkan di 65 hotel yang tersebar di Kota Bandung. Sasarannya merupakan wisatawan dan turis serta warga Bandung pada umummnya yang ingin berkeliling menggunakan sepeda.*
WARGA mengakses aplikasi "oBike", sistem aplikasi untuk penyewaan sepeda, di atas lalu-lintas yang padat, di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Rabu 20 Desember 2017. Aplikasi kerjasama Dishub Kota Bandung dengan oBike Indonesia itu, rencananya akan ditempatkan di 65 hotel yang tersebar di Kota Bandung. Sasarannya merupakan wisatawan dan turis serta warga Bandung pada umummnya yang ingin berkeliling menggunakan sepeda.*

BANDUNG, (PR).- Dinas Perhubungan Kota Bandung menyediakan oBike untuk menambah unit sepeda sebagai bagian sistem transportasi kota. Didistribusikan di hotel-hotel, sepeda dari oBike akan melengkapi unit transportasi yang disediakan Dishub Kota Bandung melalui Boseh.

“Kalau becermin pada Boseh, antusiasme rakyat cukup bagus. Cuma pendekatannya masih wisata. Diharapkan ke depan sistem sepeda ini bisa menjadi komuter, dengan penyediaan dari hotel ke hotel,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi, saat peluncuran layanan oBike, di Taman Sejarah, Bandung, Rabu 20 Desember 2017.

Target awal, oBike akan menyediakan 650 sepeda untuk ditempatkan hotel yang ada di Bandung, minimal 10 sepeda per hotel. Bekerjasama dengan Indonesian Hotel General Manager Association Chapter Parahyangan (IHGMA Chapter Parahyangan), sepeda tersebut siap didistribusikan dalam dua hari ke depan.

Penggunaannya berbeda dengan layanan Boseh. Sistem oBike tidak menggunakan rak sepeda. Sistem penguncian langsung ditanam di sepeda. Pengguna cukup menempelkan kode QR yang ada di telepon pintar ke bagian perangkat pembaca di sepeda.

Jika Boseh memanfaatkan kartu sebagai alat bayar dan pembuka kunci sepeda dari rak, oBike banyak memaksimalkan teknologi digital. Pengguna tinggal mengunduh aplikasi oBike yang tersedia di Playstore dan Appstore.

Lalu, pengguna harus mengisi saldo dompet elektronik yang terpantau di aplikasi, melalui layanan kartu debit, ATM, atau kartu kredit. Sejumlah voucher juga telah disebar melalui rekanan yang bisa dimanfaatkan untuk isi ulang saldo.

Pengguna oBike bisa mengembalikan sepeda ke titik semula, atau ke titik lain yang menyediakan oBike. Selesai menggunakan sepeda, pengguna tinggal memindai kode ke perangkat pembaca sebagai penutup argo penggunaan layanan, sekaligus mengunci sepeda. Biaya terhitung akan ditampilkan di layar aplikasi.

Pengguna baru yang mengunduh aplikasi juga berkesempatan mendapatkan gratis jajal sepeda. Sementara nantinya tarif normal akan diberlakukan Rp 4 ribu untuk 30 menit penggunaan sepeda. Dalam pemeliharaan sepeda, terdapat pelacak GPS di setiap sepeda dan diawasi tim operasional oBike secara periodik.

Didi menjelaskan, penyediaan sistem transportasi sepeda menjadi proses penyelesaian visi transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan mengurangi kendaraan bermotor pribadi. Negara maju di dunia sudah menggeser pola penggunaan transportasi ke arah pengurangan degradasi lingkungan, efisiensi ruang. Semangatnya menuju arah transportasi massal, sepeda, dan jalan kaki.

“Boseh dan oBike ini untuk menumbuhkan budaya bersepeda. Kalau bisa dibilang ini pancingan,” ujarnya.

Ia melihat bukti fenomenal yang terjadi di Mexico City. Berdasarkan kajian saat awal penyediaan sistem bagi-pakai sepeda, dari 10 pengguna terdapat tujuh orang yang menjadi pelanggan. Ada pula hasil riset yang menemukan dari 10 orang pengguna baru, dua orang membeli sepeda karena terpengaruh layanan itu.

“Nah, kita mengharapkan yang dulunya belum pernah bersepeda setelah mencoba bike-share­ memtusukan untuk menjadi pesepeda, baik jadi langganan atau membeli sepeda sendiri,” tutur Didi.***

Bagikan: