Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Didepak Golkar, Ridwan Kamil Beberkan 6 Nama Cawagub

Muhammad Fikry Mauludy
BAKAL calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada awak media mengenai pencabutan dukungan Partai Golkar di Pendopo Kota Bandung, Senin 18 Desember 2017.*
BAKAL calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan kepada awak media mengenai pencabutan dukungan Partai Golkar di Pendopo Kota Bandung, Senin 18 Desember 2017.*

BANDUNG, (PR).- Meskipun digoyang kabar pencabutan dukungan dari Partai Golkar, Ridwan Kamil tetap melanjutkan proses seleksi bagi calon wakil gubernur yang akan mendampinginya. Jika tak ada halangan, Ridwan akan mengumumkan cawagub terpilih pada Rabu 20 Desember 2017 mendatang.

"Hasilnya dari opini (10 tokoh), sedang diolah. Selasa hasil opini plus survei masuk. Kalau lancar, saya janji insya Allah lusa (akan diumumkan Rabu). Tidak lepas dari enam nama," ujar Ridwan. Ia ditemui wartawan di Pendopo Kota Bandung, Senin 18 Desember 2017.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil tengah dituntut untuk dapat mengakomodasi bakal calon wakil gubernur dari setiap partai yang mengusungnya. Untuk mengambil jalan tengah, ia memilih mekanisme konvensi dengan bantuan opini dari tokoh terpilih Jawa Barat.

Terdapat 10 tokoh Jawa Barat yang dipercaya mampu menakar kapabilitas tokoh. Mereka akan menguji enam nama yang disodorkan partai-partai pendukung Ridwan dalam Pilgub Jabar 2018.

Calon wakil



Ridwan mengatakan, beberapa hari lalu, forum diskusi tokoh Jawa Barat telah mewawancarai Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat Saan Mustopa, anggota DPR RI dari PKB Maman Immanulhaq, dan Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda. Sementara dari Partai Golkar ada anggota DPR RI Daniel Muttaqien, dan dari PPP anggota DPR RI Asep Maoshul dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum.

Ridwan mengaku sangat membutuhkan masukan dari para tokoh Jawa Barat itu sebagai dasar keputusan pemilihan cawagub. Mekanisme uji kandidat oleh tokoh dan dibantu survei singkat itu dianggap penting demi menawarkan keadilan bagi seluruh partai pengusung.

"(Konvensi ini) Supaya saya bisa ambil keputusan dengan input maksimal. Jika diburu soal wakil, koalisi ini perlu dirawat. Koalisi ini masih dalam proses komunikasi. Hasilnya dari opini tokoh Jabar ini sedang diolah,” ujarnya.

Strategi pemenangan



Ridwan pun tidak begitu mempersoalkan calon pendampingnya yang menurut hasil analisis bisa menguatkan suara di Pilgub Jabar 2018 berdasarkan peta wilayah dukungan. Berdasarkan pengalaman, kata dia, teori yang akan dipakai hanya memaksimalkan wilayah yang berpotensi bisa diperkuat.

"Teori politik bukan matematik. Kadang-kadang dalam teori politik enggak usah menang di semua medan pertempuran, tetapi cukup di daerah yang pasti bisa. Saya ini veteran Pilkada 2013, menang dengan cara kreatif. Kesimpulannya tidak harus menang di semua (wilayah). Kalau saya lemah di utara, ya maksimal saja, bukan berarti tak ada strategi lain," ujarnya.***

Bagikan: