Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 17.3 ° C

#KlipingPR Penyebaran HIV-AIDS Sudah Merambah Desa

Ari Nursanti

16 Desember 2007. Penyebaran HIV-AIDS diketahui sudah menjalar sampai ke pedesaan, berdasarkan penelitian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat di salah satu desa di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, ditemukan 12 orang dengan HIV-AIDS dari 200 orang yang diperiksa.

Wakil Gubernur Jawa Barat kala itu yang juga Ketua KPA Jabar, Nu'man Abdul Hakim memaparkan hal itu, saat puncak peringatan Hari AIDS sedunia tingkat Jabar di halaman Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung, Minggu 16 Desember 2007. 

Daerah merah (rawan penyebaran HIV-AIDS) menjalar ke bagian utara, tengah, dan wilayah selatan seperti Tasikmalaya. "Dari daerah utara di Bekasi, kemudian ke bagian tengah di Kota Bandung, dan sekarang sudha menjalar ke Tasikmalaya," ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat hingga September 2007, jumlah kasus HIV-AIDS berdasrkan kota/kabupaten, terdapat kuma wilayah dengan kasis tertinggi. Yakni Kota Bandung (1.312), Kota Bekasi (385), Kota SUkabumi (187), Kabupaten Cirebon (128), dan Kota Bogor (112).

Di Jabar sendiri, menurut Nu'man, penularan juga terjadi dari ibu ke bayi. Tercatat pada pertengahan 2007 sudah ada 34 bayi di Jawa Barat yang tertular HIV-AIDS. HIV-AIDS di Jawa Barat semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Apalagi Jawab disebut sebagai wilayah epidemik terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta. 

Geser Papua



Peningkatannya yang cepat ini menyebabkan Jabar pada 2007 menggeser posisi Papua sebagai provinsi yang memiliki banyak ODHA. Berdasarkan data yang ada, jumlah ODHA secara kumulatif dari 1989-2007 mencapai 3.019 kasus. Dari jumlah tersebut, 70 persen ODHA berada pada kelompok usia produktif, yaitu 20-39 tahun. 

Sedangkan jumlah total di seluruh dunia berdasarkan data PBB mencapai 33,2 juta. Dari jumlah itu, ODHA dewasa 30,8 juta dan anak-anak di bawah umur 15 tahun 2,5 juta. Jumlah ODHA yang meninggal pada 2007 sebanyak 2,1 juta, termasuk anak-anak di bawah usia 15 tahun 330.000 jiwa. 

Mata rantai penyebaran virus ini harus diputus. Untuk memutus rantai ini diperlukan kerjasama semua pihak.***

Bagikan: