Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Karena Kasus Ini, Polda Jabar Digugat Praperadilan

Yedi Supriadi
Kuasa Hukum pihak pemohon, Ramsen Marpaung dan Leni Anggraeni saat memberikan keterangan kepada pers.
Kuasa Hukum pihak pemohon, Ramsen Marpaung dan Leni Anggraeni saat memberikan keterangan kepada pers.

BANDUNG,  (PR).- Polda Jawa Barat digugat pra peradilan oleh tersangka WH dalam perkara jual beli produk perbankan berupa Bilyet Giro. Seharusnya kasus tersebut masuk perdata, akan tetapi oleh penyidik dipidanakan.

Sidangnya di gelar Selasa 5 Desember 2017 di ruang 6 Pengadilan Negeri Bandung. Karena pihak termohon dalam hal ini Polda Jabar tidak hadir,  maka hakim I Dewa Gede Suarditha mengundur sidang dan akan digelar kembali Selasa 12 Desember 2017 pekan depan.

Usai sidang, Kuasa Hukum pihak pemohon, Ramsen Marpaung dan Leni Anggraeni mengatakan, menurut pendapat hukum pihaknya perkara tersebut terlalu dipaksakan ke ranah pidana. Padahal sebetulnya perkara perdata menyangkut jual beli giro.

"Pendapat hukum kami, ini ranah perdata dipaksakan kepada pidana, karena menyangkut jual beli giro. Sehingga kami melakukan sidang pra peradilan," katanya.

Ia menjelaskan perkara tersebut, berawal ketika pihak pemohon yang kini berstatus tersangka WH, melakukan transaksi jual beli giro dengan Toni Gunawan sejak September 2015 sampai Februari 2017 yang nilai transaksinya Rp 250 miliar.

"WH sudah mengembalikan Rp 213 miliar plus denda dan bunga. Sedangkan sisanya tersangka WH mengalami keterlambatan pembayaran Bilyet Giro. Namun pihak palapor tidak memberikan toleransi atas kesulitan tersangka. Kemudian Tonny melaporkan WH," ujarnya.

Beberapa kekeliruan



Dikatakan Ramsen, dalam proses penetapan tersangka oleh penyidik Polda Jabar terhadap WH ada beberapa kekeliruan. Pertama sebelum ditetapkan tersangka, seyogyanya harus memeriksa Bank Indonesia dan OJK terkait apakah boleh transaksi jual beli giro.

"Yang lebih mengherankan lagi ternyata setelah gelar perkara dengan surat No: B/3750/II/2017/Ditreskrimsus Polda Jabar Tanggal 15 November 2017 hasil gelar perkara mengharuskan Polda Jabar memanggil, ternyata penyidik mengabaikan rekomendasi gelar perkara yakni untuk memeriksa ahli perbankan OJK dan BI," tuturnya.

Oleh karena itulah kuasa hukum melakukan upaya pra peradilan atas penetapan tersangka WH oleh penyidik. WH pun kini tengah ditahan sementara di rumah tahanan Ditreskrimsus Polda Jabar. 

"Pokok permohonan pra peradilan kami ialah penetapan tersangka yang tidak sah, upaya paksa penangkapan dan penahan tidak sah, dan meminta mengeluarkan tersangka dikeluarkan dari rumah tahanan negara," ucapnya. ***

Bagikan: